Pemilu AS: Obama memperingatkan nasib dunia dipertaruhkan

Obama Hak atas foto AP
Image caption Obama berkampanye untuk Hillary Clinton.

Presiden Barack Obama mendesak seluruh anggota Partai Demokrat dari seluruh latar belakang etnis untuk memilih Hillary Clinton, serta memperingatkan nasib dari Republik AS - dan dunia - menjadi taruhan.

Dia mengatakan pesaing Hillary Clinton, dari Partai Republik Donald Trump merupakan ancaman bagi hak-hak sipil.

Presiden Obama berbicara dalam kampanye di North Carolina.

Trump mengatakan Obama harus berhenti berkampanye untuk Clinton dan fokus untuk menjalankannya negara ini.

"Tidak ada orang yang ingin Obama berkuasa selama beberapa tahun lagi ,"kata dia kepada pendukungnya di Pensacola, Florida.

Trump mengatakan Clinton telah menjadi "gusar" dalam beberapa hari terakhir ini.

"Nasib republik ini berada dipundak Anda," ujar Presiden Obama kepada pendukungnya di negara bagian yang penting di North Carolina.

"Nasib dunia ini tertatih dan Anda, North Carolina, akan memastikan bahwa kita mendorong ke arah yang benar.

"Saya tidak ada surat suara, tetapi saya katakan kepada Anda- bahwa kejujuran ada dalam surat suara; kepatutan ada di surat suara; keadilan ada di dalam surat suara; kemajuan ada di surat suara; demokrasi kita ada di surat suara."

FBI menginvestigasi email-email baru yang kemungkinan penyelidikan itu mengarah ke server email pribadi Hillary Clinton.

Direktur FBI James Comey, mendapat serangan balik karena langkah itu dilakukan 11 hari sebelum pemilihan presiden.

Sebelumnya, Obama secara terbuka mengkritik penyelidikan yang dilakukannya terhadap penggunaan email Hillary Clinton.

Dalam sebuah wawancara dengan situs NowThisNew, yang dipublikasikan pada Rabu, Obama mengatakan investigasi AS tidak seharusnya dijalankan dengan berdasarkan pada "sindiran" atau "informasi yang tak lengkap".

Berita terkait