Berlanjut, unjuk rasa menuntut presiden Korsel mundur

Sebagian rakyat Korea Selatan melanjutkan aksi menuntut Presiden Park Geun-Hye mundur dengan aksi pasang lilin di ibukota Seoul.

Korea Selatan, Seoul

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Warga membawa plakat bertuliskan 'Park Geun-Hye Pergi' dalam aksi protes di ibukota Seoul, Jumat (18/11), untuk menentang Presiden Korea Selatan tersebut setelah salah satu orang dekatnya terlibat korupsi.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Seorang pengunjuk rasa membawa foto Presiden Park yang dimodifikasi lewat komputer sehingga tampak seperti seorang terpidana.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Presiden Park sebenarnya sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah Choi Sun-sil -yang dilaporkan sering memberi nasihat- didakwa dengan kasus korupsi.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Aksi 'Park Geun-Hye Pergi' -seperti yang tertulis dalam kap lilin ini- sudah berlangsung selama beberapa waktu dan para penentangnya menjanjikan akan menggelar aksi yang lebih besar pada Sabtu 19/11.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar,

Para pengunjuk rasa mengenakan topeng Presiden Park Geun-hye (tengah), Wakil Ketua Samsung Samsung Electronics Co, dan Choi Soon-sil (kanan dengan kaca mata) dalam aksi 'tahanan buatan' di Seoul, Jumat (18/11), yang dilanjutkan dengan pasang lilin pada malam harinya.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi ketika berupaya 'membersihkan jalan' sebagai aksi menentang Presiden Park di dekat kediaman resmi presiden, Rumah Biru.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Skandal korupsi yang membawa-bawa Presiden Park Geun-hye menarik perhatian warga dan dimanfaatkan oleh kelompok oposisi hingga bisa menarik sekitar 100.000 pengunjuk rasa pada Sabtu 12 November lalu.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Sejumlah suster Katolik hadir dalam sebuah kebaktian di Alun-alun Gwanghwamun di Seoul, Senin 14 November, untuk mendesak mundurnya Square Presiden Park Geun-hye.