Regu penyelamat masih mencari korban kecelakaan kereta di India

india, kereta Hak atas foto RAJAT GUPTA/EPA
Image caption Anggota regu penyelamat India berupaya mencari korban di antara puing kereta.

Regu penyelamat masih menyisir puing-puing kereta api yang keluar dari rel di Negara Bagian Uttar Pradesh di sebelah utara India.

Setidaknya 133 orang tewas setelah kereta Indore-Patna Ekspres tergelincir pukul 03.00 waktu setempat, Minggu (20/11), dekat kota Kanpur.

Jumlah korban tewas masih bisa terus meningkat seiring dengan pencarian korban oleh para penyelamat. Pada Senin (21/11) pagi, Kementerian Perkeretaapian menerbitkan daftar nama-nama penumpang yang terluka. Dari 180 penumpang yang terdaftar, 56 orang dilaporkan "cedera dalam keadaan menyedihkan."

Penyebab kecelakaan itu belum diketahui, meski laporan-laporan menyebutkan lintasan kereta yang retak bisa disalahkan.

Ratusan orang turut mengambil bagian dalam operasi penyelamatan ini. Mereka menggunakan mesin untuk memotong logam hancur atau menggunakan tangan kosong untuk menyingkirkan puing.

Sementara polisi menahan para warga dari yang penasaran melihat kejadian itu. Mereka datang dari desa-desa di dekat lokasi kecelakaan.

Dua gerbong kereta sepenuhnya hancur sampai tak bisa dikenali. Beberapa gerbong lainnya keluar dari lintasan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Aparat menemukan ratusan korban tewas di antara puing kereta api.

Harian Indian Express melaporkan gerbong-gerbong itu sudah ketinggalan zaman dan dikenal sering menyebabkan kecelakaan. Laporan tersebut mengatakan pemerintah telah berjanji awal tahun ini untuk memperbaharui semua kereta.

Kereta itu juga kemungkinan mengangkut jumlah penumpang melebihi batas yang ditetapkan, menurut sejumlah laporan.

Meskipun jumlah resmi penumpang mencapai sekitar 1.200 orang, Times of India, yang mengutip sumber dari pejabat kereta api yang tidak disebutkan namanya, menurunkan artikel yang menyebutkan sebanyak 500 orang lainnya bisa saja masuk ke kereta tanpa tiket.

Pemerintah India, melalui Menteri Perkeretaapian, Suresh Prabhu, akan melakukan penyelidikan.

Prabhu berjanji aksi tegas akan ditempuh terhadap orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu.

Topik terkait

Berita terkait