Partai oposisi Korsel sepakat upayakan pemakzulan Presiden Park Guen-hye

Park Geun-hye, korea selatan Hak atas foto AP/Ahn Young-joon
Image caption Kejaksaan sudah menyatakan Presiden Park Geun-hye 'berprean' membantu teman lamanya Choi Soon-sil, yang sudah didakwa terkait skandal korupsi.

Partai oposisi utama Korea Selatan mencapai kesepakatan, Senin (21/11), untuk mengupayakan pemakzulan atau penuntutan mundur Presiden Park Guen-hye.

Langkah itu ditempuh setelah jaksa penuntut menyatakan Presiden Park 'berperan' dalam skandal korupsi, yang menjadi perhatian masyarakat umum selama hampir sebulan belakangan.

Dia disebut membiarkan teman lamanya, Choi Soon-sil, mencampuri kebijakan pemerintah dan meminta perusahaan-perusahaan Korea Selatan menyumbang miliaran dolar ke yayasan yang dikelola oleh Choi.

Jika usulan untuk pemakzulan didukung dua pertiga anggota parlemen maka proses tersebut akan bisa dimulai dengan kemungkinan Presiden Park diturunkan dari jabatannya.

Beberapa anggota parlemen partai pendukungnya sudah mengatakan akan mendukung pemakzulan tersebut.

Proses yang rumit

Bagaimanapun proses tersebut membutuhkan upaya yang panjang dan tidak mudah, sementara masa pemerintahan Presiden Park tinggal sekitar setahun lagi.

Presiden Park memiliki kekebalan atas gugatan hukum selama masih menjabat walau sudah ditetapkan berperan dalam skandal korupsi oleh kejaksaan,.

Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden Park (tengah) sudah menolak untuk mengundurkan diri.

Seorang juru bicara kubu oposisi utama Partai Demokrat mengatakan mereka secara bulat mendukung upaya pemakzulan dan akan membentuk satu tim kerja untuk mempelajari undang-undang terkait.

"Kami sudah memutuskan untuk melakukan upaya bersama dengan kelompok-kelompok madani, partai oposisi lain, dan bahkan anggota partai berkuasa yang ingin memakzulkan Park,," kata Ki Dong-Min kepada para wartawan di Seoul.

Kalkulasi politik

Dua partai kecil dan beberapa anggota partai pemerintah memang sudah menyatakan akan mendukung pemakzulan namun komitmen mereka, menurut laporan-laporan media, masih harus ditunggu.

Ada kekhawatiran jika upaya pemakzulan gagal, maka akan menimbulkan dampak politik yang buruk bagi para pendukung penuntutan mundur.

Hak atas foto AP/Ahn Young-joon
Image caption Ratusan ribu rakyat Korea Selatan kembali menggelar aksi untuk menuntut Presiden Park mundur, Sabtu (19/11).

Usaha untuk memakzulkan pernah ditempuh atas Presiden Roh Moo-Hyun tahun 2014 namun gagal dan membuat dua partai yang memimpin upaya tersebut menderita kekalahan besar dalam pemilihan umum pada tahun yang sama.

Walau seruan untuk mundur sudah diajukan dalam beberapa unjuk rasa besar-besaran, Presiden Park menegaskan tidak akan mundur.

Seruan itu agaknya semakin kuat setelah Kejaksaan Seoul, Minggu (20/11), menyebut Presiden Park berkolusi dengan teman dekatnya, Choi Soon-Sil, yang didakwa meminta perusahaan-perusahaan memberi sumbangan sebesar US$60 juta lebih atau sekitar Rp803 miliar dan ikut campur tangan dalam urusan pemerintah.

Topik terkait

Berita terkait