Dunia kehilangan 'tokoh ikonik abad 20' Fidel Castro

Fidel Castro Hak atas foto Hulton archive
Image caption Fidel Castro (kiri) saat bertemu pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev pada 1963.

Sejumlah pemimpin dunia menyatakan ikut berduka atas meninggalnya mantan Presiden Kuba, Fidel Castro, dan diantaranya ada menyebutnya sebagai salah-satu ikon penting abad 20.

Fidel Castro tutup usia pada usia 90 tahun pada pukul 22:29 (waktu setempat), Sabtu (26/11), seperti diumumkan oleh adiknya dan sekaligus Presiden Kuba, Raul Casto.

Dia memimpin Kuba selama hampir 50 tahun sebelum Raul Castro mengambil alih posisinya pada 2008.

Ucapan bela sungkawa pun dinyatakan para pemimpin dunia. Di India, Perdana menteri, Narendra Modi mengatakan Fidel Castro adalah "salah-seorang tokoh paling ikonik pada abad duapuluh."

Dalam akun Twitternya, Narendra menyatakan India ikut berduka atas kehilangan seorang terman baik. India selama ini dikenal sebagai sekutu Kuba dalam Gerakan Non-Blok.

Hak atas foto AFP
Image caption Fidel Castro saat bertemu pemimpin PLO, Yasser Arafat, Desember 1974.

Sementara, Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto, menggambarkan pemimpin revolusioner Kuba itu sebagai salah satu tokoh penting dari abad terakhir. Dia juga menyebut Castro sebagai sahabt rakyat Meksiko.

Di tempat terpisah, Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma mengatakan Fidel Castro telah mendedikasikan seluruh hidupnya tidak hanya untuk kebebasan rakyat Kuba, tetapi juga kebebasan rakyat tertindas di seluruh dunia.

Hak atas foto AFP
Image caption Fidel Castro, 2005.

Komentar warga Kuba di AS

Di Miami, AS, yang terdapat komunitas warga Kuba-Amerika Serikat, diselenggarakan semacam perayaan oleh orang-orang yang sejak awal menentang kekuasaan Fidel Castro.

Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden Kuba, Raul Castro saat mengumumkan kematian Fidel Castro melalui siaran televisi.

Pemimpin salah satu kelompok warga Kuba yang mengasingkan diri ke AS, Ramón Sánchez Saul, mengatakan dirinya menyesalkan kematian Fidel Castro - yang disebutnya tiran - tidak berdampak kepada kebebasan rakyat Kuba.

Di tempat terpisah, Presiden El Salvador, Salvador Sanchez Ceren mengatakan: "Dengan duka yang mendalam, kami menerima kabar kematian sahabat saya, Fidel Castro."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Fidel Castro saat bertemu Presiden Iran, Hasan Rohani, September 2016

Seperti dilaporkan Kantor berita Reuters, warga di ibu kota Kuba, Havana, tetap menikmati kehidupan malam di kota itu ketika kematian Fidel Castro dilaporkan oleh media televisi setempat.

"Kehidupan terus berjalan normal," kata seorang perempuan. "Sepertinya kami siap menerima berita itu."

Seorang warga Havana lainnya mengatakan: "Ya, saya merasa sedikit terguncang. Dia adalah tokoh publik yang disayangi dan dihormati rakyatnya."