Donald Trump tolak laporan bahwa Rusia 'bantu' kemenangannya

Donald Trump Hak atas foto DON EMMERT/AFP
Image caption Donald Trump menyebut laporan CIA patut ditertawakan.

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menepis kesimpulan laporan CIA bahwa Rusia campur tangan untuk membantunya memenangkan pemilihan presiden.

Trump menyebut laporan itu patut ditertawakan. Dalam wawancara dengan televisi Fox News, Trump mengatakan ia tak mempercayai laporan itu.

Dikatakan oleh Trump bahwa Partai Demokrat berusaha mencari-cari alasan atas kekalahan calon presiden Hillary Clinton.

"Saya pikir ini menggelikan. Saya kira ini hanya alasan lain saja. Saya tidak mempercayainya."

Pada Sabtu (10/12) muncul laporan bahwa CIA menemukan sejumlah individu yang memiliki hubungan dengan pemerintah Rusia memberikan kepada Wikileaks ribuan email hasil retasan dari tim kampanye Demokrat.

Hak atas foto AP
Image caption Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin selama ini saling memuji.

Menurut Trump, kubu Demokrat berperan dalam memunculkan laporan tersebut, bukan CIA, karena Demokrat menelan kekalahan begitu besar.

Walaupun mendukung penyelidikan yang diperintahkan oleh Presiden Barack Obama, Trump menegaskan bahwa persoalan ini seharusnya tidak semata-mata diarahkan kepada Rusia tetapi juga kepada negara-negara lain atau individu-individu lain.

Senator senior dari Republik dan Demokrat mengeluarkan pernyataan bersama bahwa laporan tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat seharusnya menggelisahkan setiap warga Amerika.

Sebelumnya muncul laporan di koran New York Times bahwa terdapat catatan keuangan yang menunjukkan pembayaran kontan US$12,7 juta atau Rp166 miliar dari sebuah partai politik pendukung Rusia di Ukraina kepada pimpinan kampanye Trump antara tahun 2007 sampai 2012.

Di masa kampanye, Donald Trump menghujani pemimpin Presiden Rusia Vladimir Putin dengan berbagai pujian.

Ia menyebut Putin sebagai "pemimpin yang jauh lebih (baik) dari presiden kita (Obama)."

Berita terkait