Tanpa penjelasan, evakuasi dari Aleppo timur dihentikan

Warga Aleppo Hak atas foto GHITH SY/EPA
Image caption Dua warga Aleppo menarik barang-barang mereka dalam evakuasi pada Kamis (15/12).

Operasi untuk mengevakuasi penduduk sipil dan petempur pemberontak dari bagian timur kota Aleppo, Suriah, dihentikan oleh pemerintah pada Jumat (16/12).

Sejauh ini tidak diketahui alasan penghentian evakuasi itu, namun televisi pemerintah Suriah melaporkan kelompok pemberontak mengeluarkan tembakan ke arah konvoi.

Dilaporkan bahwa kubu pemberontak berusaha menyandera warga ketika mereka berusaha meninggalkan kantong-kantong pemberontak yang sudah dikepung oleh pasukan pemerintah dengan dukungan pasukan Rusia.

Laporan lain yang belum dikukuhkan kebenarannya menyebutkan terdengar suara ledakan di sekitar lokasi warga berkumpul untuk kemudian diangkut dengan bus-bus.

Hak atas foto SANA/AP
Image caption Iring-iringan bus berwarna hijau membawa warga dari Aleppo timur sebelum evakuasi dihentikan sementara pada Jumat (16/12).

Militer Suriah sejauh ini merebut kembali hampir seluruh distrik yang sebelumnya dikuasai oleh pemberontak di Aleppo timur.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, lebih dari 6.000 orang telah dievakuasi dari Aleppo timur sejak operasi dilakukan Kamis kemarin (15/12). Banyak di antara mereka diangkut dalam konvoi ke Idlib, yang dikendalikan oleh pemberontak.

Hak atas foto GHITH SY/EPA
Image caption Menurut seorang dokter, banyak warga yang dievakuasi mengalami luka pada mata dan luka karena pecahan peluru.

Seorang dokter, Ghanem Tayara yang merawat warga, mengatakan banyak pasien menderita luka karena pecahan peluru dan juga luka pada mata.

Disebutkan bahwa anak-anak mengalami pukulan berat dan memandang orang-orang seolah-olah mereka berasal dari planet lain.

Sementara itu, media militer yang berafiliasi dengan pemerintah Suriah melaporkan bahwa sejumlah pengunjuk rasa memblokir jalur evakuasi petempur dan penduduk sipil.

Mereka menuntut agar warga diizinkan meninggalkan dua kota yang mayoritasnya Islam Syiah, pendukung pemerintah, di Foua dan Kefraya, Provinsi Idlib - wilayah yang dikuasai oleh kelompok pemberontak yang menentang Presiden Bashar al-Assad.

Hak atas foto MANAN VATSYAYANA/AFP
Image caption Di luar Suriah, warga Malaysia menggelar aksi solidaritas Aleppo di depan Kedutaan Besar Rusia di Kuala Lumpur pada Jumat (16/12.

Pemerintah Suriah dan sekutunya, Iran, menegaskan bahwa evakuasi dari Aleppo timur baru dapat dilaksanakan jika evakuasi dari kedua kota tersebut dapat dilaksanakan secara serentak.

Topik terkait

Berita terkait