Evakuasi dilanjutkan, ratusan orang meninggalkan Aleppo

suriah Hak atas foto AFP
Image caption Media nasional Suriah berkata bis-bis memasuki Aleppo timur sekitar sore hari namun tidak meninggalkan area hingga beberapa jam setelahnya

Seorang pejabat PBB berkata evakuasi dari Aleppo timur dilanjutkan, bis-bis dan ambulans meninggalkan area yang dikuasai pemberontak.

Setidaknya 350 orang dilaporkan telah berkonvoi meninggalkan kantong-kantong pemberontak, menuju ke barat ke arah teritori pemerintah Suriah.

Sebelumnya, pemberontak membakar sejumlah bis yang dikirim untuk membawa warga keluar dari area yang dikuasai pemerintah yang mereka kepung.

Ribuan orang menunggu untuk meninggalkan Aleppo timur dalam kondisi yang putus asa.

Dewan Keamanan PBB berkata telah sepakat untuk berkompromi mengijinkan PBB memonitor operasi evakuasi. Sebelumnya, Rusia menolak rencana yang disusun Prancis untuk mengirim petugas PBB ke Aleppo timur.

"Kami berharap mendapatkan suara bulat untuk hal ini besok (Senin, 19/12)," kata Dubes AS untuk PBB Samantha Power.

Usaha untuk mengevakuasi warga dari kantong yang dikuasai pemberontak gagal dilaksanakan pada Jumat (16/12), mengakibatkan warga sipil terlantar di berbagai titik sepanjang rute keluar tanpa akses terhadap makanan atau tempat berlindung. Serangan di Aleppo timur telah membuat kota itu kehilangan fasilitas medis.

Meski banyak terhambat pada hari Minggu, bis-bis dan ambulans mulai meninggalkan area setelah malam hari.

Sekelompok pria bersenjata dilaporkan memaksa para supir keluar dari bus sebelum mereka membakar bis-bis itu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sekelompok pria bersenjata dilaporkan memaksa supir ke luar dari bus sebelum dibakar

"Evakuasi dimulai," kata pejabat PBB dalam sebuah email ke kantor berita Reuters, menambahkan bahwa warga pertama kali meninggalkan Aleppo timur sekitar pukul 11 malam waktu setempat.

Lima bis mengangkut pengungsi tiba di area yang dikuasai pemberontak Khan al-Assal, kantor berita AFP mengutip Ahmad al-Dbis, yang memimpin tim dokter yang mengevakuasi ke kota tersebut.

Dari Khan al-Assal, para pengungsi direncanakan berangkat menuju area yang dikuasai pemerintah di Aleppo dan Idlib.

Hak atas foto SANA
Image caption Sebuah foto yang dirilis kantor berita Suriah, SANA menunjukan sejumlah bis yang dibakar di provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak, Minggu (18/12). Para pegiat menyebut, bis-bis itu didatangkan untuk mengangkut orang-orang tua yang sakit dan terluka dari kawasan yang dikuasai pemberontak.

Pasukan pro-pemerintah sebelumnya menuntut agar warga diijinkan meninggalkan perkampungan Syiah di Foah dan Kefraya di provinsi Idlib, yang dikepung oleh pemberontak, agar evakuasi di Aleppo timur dapat dimulai.

Sekitar 1.200 orang akan dikirim keluar dari area yang tadinya kantong pemberontak setalah sebelumya jumlah yang sama dikirim keluar dari perkampungan yang dikuasai pemerintah, Foah dan Kefraya.

Pada Minggu, pria-pria bersenjata membakar setidaknya lima bis yang akan mengantarkan warga yang sakit dan terluka keluar dari kampung-kampung yang terkepung.

Beberapa laporan mengatakan kelompok pemerontak Jabhat Fatah al-Sham, kelompok terkait al-Qaeda yang sebelumya bernama Front al-Nusra, adalah pelakunya. Namun, Hezbollah, kelompok militan Lebanon yang bertempur bersama pemerintah Suriah berkata api dimulai saat pertempuran terjadi antara kelompok jihadis Fatah al-Sham dan kelompok pemerontak Islam lainnya yang mendukung evakuasi.

Kelompok pejihad itu belum berkomentar atas serangan tersebut.

Namun, Tentara Pembebasan Suriah, kelompok pemberontak yang lebih moderat mengutuk hal tersebut sebagai 'tindakan ceroboh yang membahayakan nyawa hampir 50.000 orang' di Aleppo timur.

Di antara orang-orang yang menunggu untuk meninggalkan timur Aleppo adalah anak-anak yang sakit dan terluka, kata Unicef.

Badan PBB untuk urusan anak tersebut mengatakan, sebagian anak kecil terpaksa meninggalkan kota tanpa orang tua mereka, sementara ratusan anak lainnya masih terperangkap.

Berita terkait