Jerman tak yakin telah menangkap penabrak pasar Natal di Berlin

Berlin Hak atas foto Sean Gallup/Getty Images
Image caption Seorang polisi menempatkan lilin di pintu masuk pasar Natal di Breitscheidplatz, Berlin, pada Selasa (20/12).

Jaksa Agung Jerman Peter Frank mengatakan untuk saat ini pria yang ditangkap menyusul penabrakan lori ke ke pasar Natal di Berlin pada Senin (19/12) malam belum tentu sopir truk itu.

"Kami harus mempertimbangkan teori bahwa orang yang ditahan mungkin bukan pelaku," kata Frank kepada para wartawan, Selasa (20/12).

Ditambahkannya mungkin saja seorang pelaku serangan, atau bahkan lebih dari satu pelaku, masih dalam pelarian sehingga warga harus tetap waspada.

"Pada tahap ini kami tidak tahu apakah pelakunya satu atau beberapa pelaku.

"Kami pada tahap sekarang tidak tahu apakah ia atau mereka mendapat bantuan."

Frank mengatakan hal tersebut setelah Kepala Kepolisian Jerman, Holger M√ľnch, mengatakan pihaknya belum tahu apakah pelakunya hanya satu orang.

Hak atas foto Maurizio Gambarini/DPA/AP
Image caption Angela Merkel meletakkan karangan bunga di lokasi kejadian dan berjanji akan menghukum mereka yang terlibat.

Dia menambahkan pihak berwenang belum menemukan senjata yang digunakan untuk membunuh sopir lori yang asli. Pengemudi asli dari lori itu adalah warga negara Polandia, Lukasz Urban. Mayatnya ditemukan di kursi penumpang lori.

Lori ditabrakkan ke pasar Natal di Breitscheidplatz, di salah satu pusat perbelanjaan utama di Berlin, Kurfuerstendamm.

Lori itu berisi baja dan dikemudikan ke pasar yang ramai pengunjung dan melindas kios-kios yang dibuat dari kayu. Dua belas orang meninggal dunia dan 48 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seorang pria ditangkap di taman setelah dilaporkan melarikan diri dari lokasi kejadian. Dalam pemeriksaan ia mengaku tidak terlibat.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri, Thomas de Maiziere, mengatakan terduga pelaku adalah seorang pencari suaka yang kemungkinan berasal dari Pakistan. Permohonan suakanya masih belum rampung ditangani.

Penggerebekan

Dengan mengutip sumber-sumber keamanan, media Jerman mengidentifikasi pria itu sebagai Naved B, yang berusia 23 tahun, dan selama ini dikenal polisi karena kejahatan-kejahatan kecil tapi tidak terkait teror.

Polisi unit khusus menggerebek hangar di bekas bandar udara Tempelhof, yang digunakan untuk menampung pencari suaka dan diyakini sebagai tempat tinggal pria itu.

Kanselir Jerman Angela Merkel berjanji untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab 'seberat-beratnya seperti ditetapkan dan undang-undang'.

Hak atas foto Markus Schreiber/AP
Image caption Kanselir Angela Merkel mengunjungi lokasi penabrakan lori di pasar Natal.

Kebijakan pintu terbuka bagi pendatang yang diterapkan Merkel telah membuat Jerman kedatangan 890.000 pencari suaka tahun 2015 saja. Langkah itu membuat Jerman terpecah dan para penentangnya berpendapat kebijakan itu menjadi ancamaan keamanan.

Sejumlah serangan yang dilakukan oleh pengungsi dan pencari suaka Juli lalu telah meningkatkan ketegangan sejauh ini.

Topik terkait

Berita terkait