Jumlah korban tewas di Rusia akibat meminum pelembap mandi bertambah jadi 58

pelembap mandi Hak atas foto EPA
Image caption Label di botol pelembap mandi ini bertuliskan alkohol etil, bukan metanol yang berbahaya.

Jumlah warga Rusia yang tewas akibat meminum pelembap mandi cair yang mengandung alkohol, bertambah dari 49 menjadi 58 orang, seperti dilaporkan media setempat.

Selain itu, sekitar 37 orang lainnya dirawat, beberapa di antaranya dalam kondisi serius.

Berdasarkan laporan komite investigasi Rusia, cairan sangat berbahaya dengan aroma bunga hawthorn itu dikonsumsi korban seperti minuman beralkohol biasa.

Namun, ternyata cairan mandi itu mengandung metanol, yang juga mengakibatkan kebutaan.

Hak atas foto EPA
Image caption Polisi memastikan bahwa toko-toko tidak lagi menjual pelembap mandi tersebut.

Harian The Siberian Times menyebut peristiwa keracunan di kota Irkutsk, kawasan Siberian itu adalah "kasus sejenis terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah Rusia modern."

Menteri Kesehatan Rusia, Oleg Yaroshenko, mengungkapkan sebagian dari korban yang masih dirawat diminta untuk tidak meninggalkan rumah sakit karena dalam kondisi yang sangat serius.

"Mereka sangat telat datang ke rumah sakit... Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan mereka," ungkapnya seperti dikutip The Siberian Times.

Harian tersebut menyatakan dokter dan guru TK turut menjadi korban dan banyak dari mereka yang tewas di rumahnya karena tidak punya banyak waktu untuk menelpon ambulans.

Buta keesokan harinya

Mayoritas korban dilaporkan berusia 35 hingga 50 tahun.

Meskipun hanya meminum sedikit cairan tersebut, salah satu korban yang berusia 33 tahun, keesokan harinya tetap bangun dengan kondisi sudah buta.

Hak atas foto EPA
Image caption Botol-botol pelembap mandi dalam kardus.

Di negara-negara bekas jajahan Uni Soviet, produk-produk rumah tangga kerap digunakan sebagai alternatif murah minuman alkohol.

Biasanya botol-botol pelembap ini dilengkali label yang menyatakan bahwa minuman itu dilarang dikonsumsi. Namun, sejumlah koresponden di lapangan menyebut pelembap mandi cair yang diminum korban bertuliskan mengandung alkohol etil (yang aman), bukan metanol (yang memarikan).

Image caption Peta lokasi kejadian.

Analis menyebut sekitar 12 juta warga Rusia meminum alkohol murah dari produk rumah tangga, termasuk parfum, pembersih bekas cukur, dan cairan pembersih jendela. Sanksi ekonomi dua tahun yang diterapkan barat juga memperburuk situasi ini.

Polisi sudah melakukan penggeledahan ke pabrik tempat membuat pelembap mandi cair itu dan menangkap pemiliknya.

Berita terkait