John Kerry: 'Agenda pemukim' Israel bahayakan perdamaian dengan Palestina

Hak atas foto AFP
Image caption John Kerry memaparkan kebijakan tentang perdamaian Israel-Palestina di Washington.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry memperingatkan bahwa 'agenda pemukim' menentukan arah kebijakan Israel di Tepi Barat dan membahayakan perdamaian dengan Palestina.

Kerry juga mengatakan keputusan Dewan Keamanan PBB untuk mengecam pembangunan permukiman Yahudi di wilayah yang diduduki sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung Amerika.

Dalam pidato di Washington pada Rabu (28/12), Kerry mengatakan penghentian pembangunan permukiman Yahudi itu merupakan upaya mempertahankan penyelesaian konflik melalui solusi dua negara.

Amerika menolak memveto resolusi Dewan Keamanan PBB Jumat lalu (23/12). Dan menyusul pemungutan suara tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan untuk menegur duta besar dari negara-negara di Dewan Keamanan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan resolusi itu "membuka jalan" bagi konferensi Perdamaian Timur Tengah di Prancis pada tanggal 15 Januari mendatang.

"Kami berharap konferensi ini akan berakhir dengan kesepakatan tentang mekanisme dan jadwal diakhirnya pendudukan," kata Mahmoud Abbas kepada partai Fatah yang dia pimpin Senin (26/12) lalu.

Hak atas foto EPA
Image caption Permukiman Israel di wilayah Palestina adalah ilegal di mata hukum internasional.

'Menghambat pembangunan Palestina'

Dalam pidatonya tentang kebijakan Timur Tengah, Kerry mengatakan, "Tidak ada seorang pun yang berpikir serius tentang perdamaian yang bisa mengabaikan kenyataan tentang ancaman permukiman terhadap perdamaian."

"Namun masalahnya lebih dari sekedar permukiman. Tren menunjukkan upaya komprehensif untuk mengambil lahan Tepi Barat untuk Israel dan mencegah pembangunan apapun oleh Palesitna di sana."

"Agenda permukim menentukan masa depan Israel. Dan rencana mereka jelas: Mereka percaya dengan satu negara: Israel raya."

Donald Trump memilih pendukung Israel sebagai duta besar AS di negara tersebut

Hak atas foto EPA
Image caption David Friedman ditunjuk oleh Trump sebagai duta besar AS untuk Israel. Friedman adalah pendukung Israel dan mendukung permukiman warga Yahudi di Tepi Barat, yang merupakan wilayah Palestina.

Sementara itu, presiden terpilih Donald Trump - beberapa jam sebelum pidato Kerry- melalui akun Twitternya menulis, "Tetaplah kuat Israel! 20 Januari akan cepat datang!", merujuk pada tanggal pelantikannya. Trump menyerukan AS memveto resolusi DK PBB tersebut.

Trump memilih pengacara sayap kanan, David Friedman, sebagai duta besar AS untuk Israel. Pria 57 tahun ini mendukung permukiman warga Yahudi di Tepi Barat dan pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Seorang pejabat senior Palestina memperingatkan bahwa pemindahan tersebut "akan merusak proses perdamaian."

Juru runding kawakan, Saeb Erekat, mengatakan memindahkan kedutaan besar dan 'mencaplok' wilayah sengketa di Tepi Barat akan menjadikan kawasan tersebut ke arah "kekacauan, tanpa hukum, dan tindakan-tindakan ekstrem."

Namun, dia mengatakan dia tidak begitu percaya bahwa Trump akan menyetujui langkah-langkah tersebut.

"Amerika Serikat pada dasarnya adalah negara berkonstitusi, dan mereka dikendalikan oleh kepentingan-kepentingan nasional mereka," katanya.

Friedman mengatakan sebelumnya bahwa dia mengharapkan untuk bekerja di "Kedutaan Besar AS di ibu kota Israel yang abadi, Jerusalem."

PBB tidak mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, dan Kedutaan Besar AS telah berada di Tel Aviv selama berpuluh-puluh tahun.

Berita terkait