'Sedikitnya 26 tewas' dalam kerusuhan di penjara Brasil

penjacara alcacuz Hak atas foto AFP
Image caption Para napi menaiki atap penjara Alcacuz di kota Natal, Brasil.

Setidaknya 26 orang tewas dalam kerusuhan di sebuah penjara di kota Natal, Brazil, yang berlangsung sekitar 14 jam, kata pejabat kepolisian setempat.

Korban tewas diperkirakan akan terus bertambah, dan lebih banyak dari perkiraan awal, ungkap sejumlah sumber.

Pada Sabtu sore, aksi kekerasan yang melibatkan kelompok krminal di penjara Alcacuz mulai pecah, dan terus berlangsung hingga Minggu subuh waktu setempat.

Sebelumnya, kepala penjara mengatakan diantara korban tewas ada kepalanya yang dipenggal.

"Kami melihat ada kepala yang terpenggal dari tiga korban yang tewas," kata Zemilton Silva, pimpinan penjara tersebut.

Tim forensik mengatakan sebagian besar korban telah dipenggal atau bagian tubuhnya dipotong, demikian sejumlah laporan, dan banyak mayat yang dibuang ke selokan.

Hak atas foto AFP
Image caption Setelah polisi menguasai keadaan, para napi dipaksa telanjang dan berbaris.

Belum diketahui apakah ada anggota polisi atau sipir penjara yang tewas atau terluka dalam kerusuhan itu.

Kerusuhan diyakini diawali ketika anggota salah satu kelompok kriminal menyerang saingan mereka, yang berada di bagian terpisah penjara tersebut.

Saat ini otoritas keamanan terus memulihkan keamanan dan membawa korban tewas dan terluka dari komplek penjara.

Rekaman video memperlihatkan para napi berlarian di atas penjara, sementara asap terlihat mengepul setidaknya dari sebuah bangunan di penjara.

Beberapa laporan menyebutkan aliran listrik di penjara tersebut telah diputus setelah kerusuhan pecah.

Surat kabar terbitan Rio de Janeiro, O Globo melaporkan salah seorang narapidana berusaha kabur, tetapi kemudian dapat diringkus kembali.

Sejauh ini diyakini tidak ada napi yang hilang, kecuali mereka yang dilarikan ke rumah sakit terdekat karena terluka.

Penjara Alcacuz di kota Natal, Brasil, disiapkan untuk menampung 620 tahanan, tetapi faktanya penjara itu telah menampung lebih dari 1.000 napi sehingga kondisinya sesak - sebuah masalah umum di seluruh penjara di negara itu.

Bagaimanapun, ini adalah kerusuhan terbesar ketiga di Brasil dalam tahun ini. Sebelumnya nyaris 100 tahanan tewas dalam kerusuhan awal bulan ini di penjara di negara bagian Amazonas dan Roraima.

Dalam berbagai kasus itu, kerusuhan di penjara yang penuh esak itu dilatari oleh pertentangan antar kelompok kriminal yang berkuasa di dalam penjara.

Skala kekerasan yang terus baik dalam tahun ini, membuat tekanan kepada Presiden Michel Temer untuk mencari penyelesaian yang tepat untuk mengatasinya.

Setelah kerusuhan di sebuah penjara di negara bagian Amazonas pecah, pemerintah mengumumkan rencana untuk membangun lima penjara serta membentuk unit intelijen untuk mendeteksi dan mengurangi kekuatan kelompok kriminal di penjara.

Berita terkait