Tentara Prancis tembak 'penyerang' di luar Museum Louvre

Louvre Hak atas foto AP
Image caption Museum Louvre disterilkan setelah percobaan serangan dengan menggunakan golok.

Kepolisian Prancis mengatakan seorang tentara yang berdinas menjaga Museum Louvre di Paris menembak seorang pria yang berusaha menyerang patroli keamanan dengan golok sambil meneriakkan kata-kata "Allahu Akbar".

Pria tersebut berusaha masuk ke toko cinderamata di lingkungan Louvre dan ditembak pada bagian perut.

Ia mengalami luka serius. Keterangan polisi menyebutkan pria itu dalam keadaan sadar ketika dilarikan ke rumah sakit. Seorang tentara mendapat perawatan karena luka di bagian kepala.

Hak atas foto JIAO LIYANG
Image caption Pengunjung museum diperintahkan untuk duduk atau bertiarap di lantai.

Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut peristiwa itu "serius". Tidak ditemukan bahan peledak di dalam dua tas rangsel yang dibawa terduga pelaku.

Perdana Menteri Bernard Cazeneuve mengatakan serangan itu tampaknya merupakan serangan teroris.

Museum dan daerah di sekitarnya sudah ditutup untuk saat ini. Sekitar 250 orang yang berada di museum pada saat kejadian dibawa ke ruang aman di dalam gedung museum.

Sejak serangan kelompok militan berhaluan garis keras terhadap majalah satire Charlie Hebdo dan serangan terhadap supermarket makanan Yahudi di Paris pada Januari 2015, yang menyebabkan 16 orang meninggal dunia, tentara memang diterjunkan untuk menjaga tempat-tempat umum di Prancis.

Topik terkait

Berita terkait