Penembakan di sekolah AS, tiga tewas

Keterangan video,

Students were evacuated from their classrooms

Seorang bocah dan dua orang dewasa terbunuh dalam penembakan di sebuah ruang kelas di Sekolah Dasar di San Bernardino, California.

Polisi mengatakan, terduga pelaku menembak mati isterinya yang hidup terpisah, seorang guru, seorang bocah yang berada di belakang guru itu. Seorang bocah lain terluka berat.

Ia kemudian menembak kepalanya sendiri, kata kepala polisi San Bernardino, Jarrod Burguan.

Penembakan terjadi pada pukul 10:30 (23:30 WIB) di North Park Elementary School di San Bernardino county, 96km timur Los Angeles.

Penembak itu, lelaki berusia 53 tahun bernama Cedric Anderson, masuk ke kawasan sekolah sebagai pengunjung dan menyembunyikan senjatanya sebelum melepaskan tembakan di ruang kelas yang di dalamnya terdapat 15 anak dengan kebutuhan khusus yang sedang belajar, kata polisi.

Keterangan gambar,

Anderson (kanan) membunuh isterinya yang sudah terpisah selama ini Karen Smith (kiri) dan seorang bocah umur delapan tahun.

Anderson membunuh isterinya yang sudah terpisah selama ini Karen Elaine Smith dan seorang bocah umur delapan tahun, Jonathan Martinez, yang dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter namun nyawanya tak tertolong.

Seorang bocah umur sembilan tahun juga terluka dan masih dirawat di rumah sakit, namun dalam keadaan stabillapor Los Angeles Times.

Kepala polisi San Bernardino, Jarrod Burguan, dalam cuitannya tak lama setelah kejadian menyebut bahwa tersangka sudah 'jatuh' dan 'tak ada ancaman lebih lanjut.'

Keterangan gambar,

Keluarga para siswa menunggu di sekolah terdekat, untuk menjemput para siswa dari sekolah yang jadi lokasi penembakan.

Betapa pun, sekolah kemudian dievakuasi.

Sekitar 600 siswa dialihkan dengan bis ke sekolah terdekat, Cajon High School, dan di sana mereka dijemput para orang tua masing-masing.

"Operasi polisi terus dilanjutkan untuk memastikan keamanan di daerah itu," cuit Burguan. "Betapa pun, kami yakin ancaman sudah tidak ada."

Sebelumnya, San Bernardino juga pernah didera kejadian serupa.

Pada Desember 2015, 14 orang tewas dan 21 terluka ketika sepasang lelaki dan perempuan melakukan penembakan acak terhadap para perawat di sebuah pusat layanan kaum disabel .