Berpoligami, dua orang pemimpin agama di Kanada dinyatakan bersalah

poligami Hak atas foto JONATHAN HAYWARD/THE CANADIAN PRESS
Image caption Winston Blackmore, dalam foto yang diabadikan pada 2008, diperkirakan memiliki 145 anak.

Dua orang pemimpin agama di Kanada dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung British Columbia, Kanada, karena melakukan poligami

Pengadilan menyatakan Winston Blackmore, yang berusia 61 tahun, telah menikahi 24 orang perempuan. Dan bekas iparnya, James Oler, 53 tahun, telah menikahi lima orang perempuan.

Keduanya dikenai tuduhan melakukan poligami dan masing-masing terancam hukuman lima tahun penjara.

Keputusan penting ini dianggap sebagai ujian terhadap batas kebebasan beragama di Kanada.

"Piagam hak asasi manusia adalah hukum tertinggi Kanada, tapi kita seharusnya menyadari bahwa hak-hak yang diatur dalam piagam tidak mutlak," Wally Opal, mantan jaksa agung SM mengatakan kepada CTV News menyusul keputusan hari Senin.

Blackmore dan Oler berasal dari wilayah Bountiful di wilayah tenggara British Columbia, sebuah lokasi yang ditinggali oleh sekelompok orang berlatar sekte Kristen Mormon.

Kelompok yang didirikan pada 1946 ini memiliki pengikut yang berjumlah sekitar 1.500 orang.

Keduanya adalah bekas pemimpin gereja sekte Mormon yang telah memisahkan diri, Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints (FLDS).

Hak atas foto Reuters
Image caption Oler dikenai tuduhan melakukan poligami dan masing-masing terancam hukuman lima tahun penjara.

Blackmore sendiri telah dikucilkan dari FLDS pada 2002 dan kemudian digantikan oleh Oler.

Sekte ini memiliki cabang di Amerika Serikat dan dimana pengikut sekitar 10.000 orang anggota.

Praktek Poligami merupakan tindakan melawan hukum menurut pasal 293 KUHP Kanada. Kepolisian Kanada pertama kali menyelidiki kasus ini di Bountiful pada 1990-an.

Hak atas foto JEFF MCINTOSH/THE CANADIAN PRESS
Image caption Winston Blackmore tiba di lokasi persidangan di Cranbrook, British Columbia, Kanada.

Tapi upaya membawa membawa kasus ini ke ranah pengadilan selalu gagal karena tersandung ketidakjelasan persoalan hukumnya.

Pada 2011, Mahkamah Agung British Columbia telah menguatkan keberadaan Undang-undang antipoligami setelah ada permintaan dari pemerintah British Columbia untuk penyelesaian masalah poligami di komunitas tersebut.

Disebutkan keberadaan undang-undang tersebut masuk akal untuk membatasi kebebasan beragama di Kanada.

Adapun pengacara Blackmore, Blair Suffredine, mengatakan kepada pengadilan bahwa dia berencana mengajukan upaya hukum peninjauan ualgn terhadap undang-undang antipoligami apabila kliennya dinyatakan bersalah.

Berita terkait