Serangan Brussel: Pria ditembak mati setelah menusuk tentara

Brussel Hak atas foto AURORE BELOT/AFP
Image caption Beberapa foto menunjukkan sejumlah jalan ditutup dengan polisi dan tentara melakukan penjagaan di kawasan tersebut.

Seorang pria ditembak mati setelah menyerang sejumlah tentara dengan menggunakan golok di Brussel, Belgia, dalam peristiwa yang diperlakukan jaksa sebagai serangan teror.

Pelaku penyerangan, seorang pria asal Somalia, berusia 30 tahun, tewas di rumah sakit. Adapun salah seorang tentara mengalami luka pada tangannya.

Beberapa foto menunjukkan sejumlah jalan ditutup dengan polisi dan tentara melakukan penjagaan di kawasan tersebut.

Serangan ini terjadi di alun-alun Emile Jacqmain di pusat kota Brusel.

Keberadaan anggota militer sudah menjadi pemandangan biasa di jalanan ibukota Belgia, Brussel, semenjak serangan teror yang menewaskan lebih dari 30 orang pada tahun lalu.

Hak atas foto AURORE BELOT/AFP
Image caption Kejaksaan Belgia menyatakan bahwa pelaku penyerangan "belum pernah terkait dengan tindak terorisme", namun dia diketahui meneriakkan "Allahu Akbar"

Kejaksaan Belgia menyatakan bahwa pelaku penyerangan "belum pernah terkait dengan tindak terorisme", namun dia diketahui meneriakkan "Allahu Akbar" ("Tuhan Maha Besar" dalam bahasa Arab) selama penyerangan tersebut.

Seorang saksi, Ryan MacDonald menulis di akun Twitternya bahwa dia pernah mendengar suara tembakan sebelum melihat "kehadiran polisi dalam jumlah besar".

Saksi lain mengatakan bahwa dia pernah mendengar "dua suara tembakan dan bunyi sirene".

Hak atas foto STR
Image caption Pelaku penyerangan, seorang pria asal Somalia, berusia 30 tahun, tewas di rumah sakit. Adapun salah seorang tentara mengalami luka pada tangannya.

Laporan sebelumnya menyebutkan dua tentara terluka akibat serangan pada Jumat, namun setelah dikonfirmasi hanya satu yang terluka.

Kehadiran personil tentara di jalanan kota Brussel merupakan bagian operasi keamanan berskala besar setelah serangan teroris di kota itu pada Maret 2016 yang mengakibatkan 32 orang terbunuh.

Pada Juni lalu, seorang tentara menembak mati seorang pria yang mencoba untuk mengebom stasiun kereta api Brussels.

Dia diidentifikasi sebagai warga negara Maroko berusia 36 tahun, yang oleh media lokal diketahui bernama Oussama Zariouh.

Berita terkait