Warga kepulauan di Karibia waspadai ancaman bencana Topan Irma

irma Hak atas foto Toni Frederick-Armstrong
Image caption Gerai restoran di Saint Kitts dilapisi penutup guna meminimalkan dampak Topan Irma.

Warga sejumlah kepulauan di kawasan Karibia bersiap menghadapi Topan Irma, badai terkuat di Samudera Atlantik dalam 10 tahun terakhir yang diprediksi bakal menimbulkan 'bencana dahsyat'.

Badai Irma, yang menempati kategori tertinggi dalam skala kekuatan angin, dilaporkan membawa serta angin dengan kecepatan 295 kilometer per jam.

Badai tersebut awalnya akan menerpa Kepulauan Leeward lalu bergerak menuju Puerto Rico dan Republik Dominika.

Khalayak di daerah yang akan terpapar Topan Irma telah bersiap menghadapi bencana. Mereka mendatangi pusat perbelanjaan untuk membeli makanan, minuman, dan papan kayu guna menutupi jendela.

Toni Frederick-Armstrong, seorang warga negara kepulauan Saint Kitts & Nevis, mengaku telah menyiapkan baterai kalau pasokan listrik tiba-tiba putus.

"Angin bertiup kencang di luar. (Topan) Irma akan mencapai puncaknya sekitar empat jam lagi. Sedikit risau," ujarnya kepada BBC Indonesia melalui layanan pesan singkat.

Hak atas foto Toni Frederick-Armstrong
Image caption Sejumlah pelampung diikatkan di sebuah mobil di Montserrat, Karibia.

Toni kini berdiam di dalam rumahnya yang terdiri dari dua tingkat. "Atap kami terbuat dari baja. Selama topan tidak menembus jendela, kami aman," tambahnya.

Angin Topan di wilayah Karibia, menurut Toni, beberapa kali terjadi. Dia bahkan pernah menyaksikan sebuah kontainer sepanjang 12 meter diseret angin sejauh 100 meter.

"Namun, tidak ada yang sebesar ini," katanya, memberi gambaran.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para petugas layanan darurat di Republik Dominika menyiapkan alat-alat mereka menjelang kedatangan Topan Irma.
Hak atas foto EPA
Image caption Air kemasan dikirim ke tempat penampungan pengungsi di San Juan, Puerto Rico.

Siapkan layanan darurat

Di Amerika Serikat, daerah Key West di Negara Bagian Florida diperkirakan bakal terdampak.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menetapkan status darurat untuk Florida, Puerto Rico, dan Kepulauan Virgin. Status ini praktis memberikan wewenang kepada aparat untuk menggerakkan layanan bantuan darurat untuk korban bencana.

"Kami memerintahkan kepada khalayak untuk mengevakuasi. Anda tidak bisa menetap di pulau dengan badai kategori lima menerpa," kata Martin Senterfitt, direktur pusat layanan darurat di Monroe County, Florida.

Hak atas foto Reuters
Image caption Penduduk San Juan menutupi rumah dan toko mereka guna meminimalkan dampak Topan Irma.

Topik terkait

Berita terkait