Tentara Filipina klaim rebut pusat komando ISIS di Marawi

Marawi Hak atas foto FERDINANDH CABRERA/AFP
Image caption Asap terlihat di Marawi setelah pesawat tempur Filipina menjatuhkan sejumlah bom ke daerah yang dikuasai kelompok militan, Minggu (17/09) kemarin.

Militer Filipina mengklaim telah mengambil alih pusat komando kelompok milisi pendukung ISIS di Marawi melalui pertempuran sengit. Peristiwa itu dimanfaatkan seorang pastor bernama Teresito Soganub untuk melarikan diri dari penyanderaan.

Pimpinan militer Filipina, Jenderal Eduardo Ano, mengatakan operasi merebut Marawi digelar dalam baku tembak yang mematikan. Tentara Filipina berhadapan dengan anggota kelompok Maute bersaudara yang bersembunyi di balik masjid dan sejumlah bangunan lain.

"Kemenangan militer ini akan semakin melemahkan kelompok militan itu karena komando dan pusat pergerakan mereka dilumpuhkan," kata Ano, seperti dilansir kantor berita AFP.

"Sebagai tindak lanjut, operasi pembersihan militan akan terus dilakukan. Kami berharap mereka menyerahkan daerah-daerah yang mereka okupasi tanpa perlawanan," ujar Ano menambahkan.

Kolonel Romeo Brawner, komandan satuan tugas penumpasan militan, yakin konflik bersenjata berkepanjangan antara militer dan kelompok pendukung ISIS akan segera berakhir.

"Area pergerakan kelompok itu makin sempit. Kami merasa perlawanan mereka melemah," kata Brawner.

Dalam pertempuran akhir pekan lalu, seorang tentara tewas dan tujuh lainnya luka-luka. Ketika merebut masjid di Marawi, Brawner berharap dapat membebaskan sejumlah sandera.

Namun pasukannya tak menemukan seorang pun sandera di tempat tersebut.

Hak atas foto FERDINANDH CABRERA/AFP
Image caption Seorang tentara terlihat berdiri di balik tembok yang rusak setelah baku tembak antara militer Filipina dan kelompok militan pendukung ISIS di Marawai.

Pastor melarikan diri

Sementara itu, Laksamana Muda Rene Medina, Komandan Angkatan Laut Filipina di Mindanao bagian barat, menyebut Pastor Teresito Soganub berhasil kabur dari penyanderaan di sekitar Masjid Bato, Marawi.

Soganub yang merupakan petinggi gereja Katolik di Marawi itu kabur bersama seorang guru dari Dansalan College bernama Lordvin Ocopio.

"Mereka kabur ketika para penyandera sedang baku tembak dengan tentara pemerintah," kata Medina seperti dilaporkan surat kabar Inquirer.

"Mereka berhasil diidentifikasi para tentara dan kemudian dibawa ke tempat yang lebih aman," tambah Medina.

Soganub diculik kelompok milisi pendukung ISIS pada 23 Mei silam, bersama sekretaris paroki dan setidaknya 10 warga sipil yang kerap beribadah di gereja yang dikelola Soganub.

Hak atas foto Jes Aznar/GETTY IMAGES
Image caption Anggota Moro Islamic Liberation Front Fighters dan polisi lokal bersiap ke garis depan pertempuran melawan kelompok militan pendukung ISIS di Marawi.

Penasihat kepresidenan bidang perdamaian, Jesus Dureza, sebelumnya menunggah keberhasilan Soganub melepaskan diri dari penyanderaan.

Dalam pernyataannya, Dureza mengutip sumber yang menyebut Masjid Bato, yang digunakan sebagai tempat penyanderaan sejumlah warga sipil, merupakan basis kekuatan pendukung ISIS kedua di Marawi yang mampu diambil alih tentara Filipina.

Hingga berita ini dilaporkan, bunyi senapan masih terdengar di Marawi, terutama saat tentara Filipina mendekat ke area kelompok militan.

Pesawat tempur Filipina dan sebuah pesawat mata-mata P-3 Orion milik Amerika Serikat juga terlihat terbang melintasi kota itu.

Pemerintah mencatat, setidaknya 666 anggota milisi, 147 tentara, dan 47 warga sipil tewas sejak Marawi diduduki kelompok pendukung ISIS, akhir Mei lalu. Perang di kota itu memaksa ribuan penduduk setempat terpaksa mengungsi.

Topik terkait

Berita terkait