PM Shinzo Abe berjanji akan hadapi Korea Utara secara tegas

Shinzo Abe Hak atas foto Reuters
Image caption Shinzo Abe sebelumnya mengatakan ia memerlukan mandat baru untuk menangani Korea Utara.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan ia akan menangani Korea Utara secara tegas setelah jajak pendapat yang dilakukan setelah pencoblosan menunjukkan ia menang lagi secara meyakinkan dalam pemilihan umum.

Berdasarkan jajak pendapat Minggu (22/10), koalisi di bawah pimpinan Partai Liberal Demokrat (LDP) diperkirakan akan mengusai dua pertiga dari kursi di Majelis Rendah.

Shinzo Abe mengatakan tugas yang akan segera dilaksanakan adalah menggunakan diplomasi tegas untuk mengatasi Korea Utara terkait ambisi senjata nuklirnya.

"Sebagaimana saya janjikan dalam pemilihan umum, tugas yang perlu segera dilakukan adalah menangani Korea Utara secara tegas," kata Abe.

"Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan diplomasi yang kuat," tambahnya.

Ia menginginkan perubahan konstitusi negara itu sehingga peran militer dapat diperluas.

Hak atas foto AFP
Image caption Pemungutan suara diadakan satu tahun lebih awal dari jadwal semestinya.

Pada tanggal 25 September Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan pemilihan umum awal dengan alasan ia memerlukan mandat baru untuk mengatasi "krisis nasional" di tengah ketegangan dan ancaman dari Korea Utara yang berkali-kali telah melakukan uji coba nuklir dan rudal.

Hak atas foto Reuters
Image caption Hasil akhir penghitungan suara dalam pemilu Jepang dijadwalkan akan diumumkan Senin pagi (23/10).

Korea Utara telah mengancam untuk "menenggelamkan" Jepang ke laut. Korea Utara juga telah menembakkan dua rudal ke arah wilayah Hokkaido, sebuah pulau di Jepang bagian utara.

Jika hasil penghitungan suara menunjukkan kemenangan Shinzo Abe, maka perkembangan itu akan memperkuat peluangnya untuk dipilih lagi dalam pemilihan ketua LDP September tahun depan.

Pemilihan kembali sebagai ketua LDP juga akan memberikan peluang kepadanya untuk mencatatkan diri sebagai perdana menteri yang paling lama berkuasa di Jepang setelah dipilih pada tahun 2012.

Topik terkait

Berita terkait