Perang hampir berakhir, milisi Syiah dukungan Iran 'harus angkat kaki' dari Irak

Rex Tillerson Hak atas foto Reuters
Image caption Rex Tillerson mengadakan kunjungan ke Arab Saudi dan Qatar sebagai salah satu upaya untuk menekan pengaruh Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengatakan milisi Syiah dukungan Iran yang memerangi kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS) di Irak harus pulang karena perang hampir berakhir.

Dalam kunjungan ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/10), Tillerson mengatakan semua petempur asing harus meninggalkan Irak dan memberikan kesempatan kepada rakyat negara itu untuk membangun kembali kehidupan mereka.

"Tentu saja milisi Iran yang berada di Irak, karena perang melawan ISIS hampir berakhir, mereka harus pulang," kata Tillerson dalam jumpa pers di Riyadh.

"Semua petempur asing harus pulang."

Tekan pengaruh Iran

Tillerson juga menyerukan kepada kelompok Kurdi untuk berdialog dengan pemerintah Irak untuk menyelesaikan masalah mereka.

Dikatakannya kedua pihak seharusnya tidak lupa bahwa perang melawan ISIS belum selesai sepenuhnya dan kelompok-kelompok jihad tetapi menjadi ancaman terbesar bagi Irak.

Hak atas foto AHMAD AL-RUBAYE/Getty Images
Image caption Seorang petempur dari Hashed al-Shaabi, yang mendukung pasukan Irak, berusaha menendang papan berlogo ISIS.

Tillerson mengadakan kunjungan ke Arab Saudi dan Qatar antara lain bertujuan untuk mengendalikan pengaruh Iran di kawasan.

Kunjungan ini dilakukan menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berisi pendekatan lebih konfrontatif terhadap Iran.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya memerangi musuh yang sama dengan musuh yang dperangi oleh Iran di Irak, walaupun pemerintah Amerika menentang keberadaan milisi Iran, Hashed al-Shaabi atau Unit Mobilisasi Populer.

Unit itu utamanya terdiri dari milisi Syiah yang didukung dan didanai oleh Iran. Sebagian anggotanya dituduh melakukan tindak kejahatan terhadap penduduk sipil Sunni, termasuk penyiksaan dan pembunuhan dalam operasi sebelumnya untuk merebut kembali wilayah di Irak dari tangan ISIS.

Pekan lalu milisi Unit Mobilisasi Populer juga terlibat dalam upaya pemerintah Irak merebut kembali banyak wilayah yang dikuasai oleh pasukan Kurdi sejak 2014, ketika ISIS menguasai Irak utara di tengah melemahya pasukan negara itu.

Topik terkait

Berita terkait