Aung Suu Kyi kunjungi kawasan Rohingya: apa yang bisa diharapkan?

Aung San Suu Kyi Hak atas foto AFP/GETTY IMAGES
Image caption Aung San Suu Kyi tiba di Sittwe dikawal pasukan keamanan bersenjata.

Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi tiba di Rakhine untuk pertama kalinya sejak kekerasan meletus di negara bagian itu pada akhir Agustus.

Dia mengunjungi ibukota Rakhine, Sittwe dan kota-kota lain di negara bagian itu selama satu hari tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Dia dikecam di seluruh dunia karena tidak menghentikan aksi militer terhadap Muslim Rohingya, yang dituduh melakukan pembersihan etnis.

Sekitar 600.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus.

Kerusuhan di Rakhine dipicu oleh serangan di kantor-kantor polisi di beberapa lokasi di negara bagian iutu, yang dituduhkan dilakukan oleh kelompok militan yang baru muncul, Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (Arsa).

Banyak orang terbunuh dalam aksi militer, dan ada tuduhan luas bahwa desa-desa dibakar dan warga Rohingya terusir.

Militer Myanmar mengatakan operasinya ditujukan untuk membasmi militan, dan berulang kali menyangkal menargetkan warga sipil. Saksi, pengungsi dan wartawan telah memperdebatkan hal ini.

Pada hari Kamis, juru bicara pemerintah Zaw Htay mengatakan kepada AFP bahwa Suu Kyi "sekarang berada di Sittwe dan akan pergi ke Maungdaw dan juga Buthiduang".

"Itu merupakan kunjungan sehari saja," tambahnya.

Tidak jelas apakah Suu Kyi juga akan mengunjungi desa-desa Rohingya, atau hanya desa-desa Hindu dan Budha. saja.

Image caption Sebuah desa Rohingya yang terbakar pada 7 September - Suu Kyi mengatakan kekerasan sudah berhenti sebelum tanggal itu.

Seorang wartawan Reuters melihat Suu Kyi naik helikopter militer di Sittwe pada Kamis pagi waktu setempat. Dia didampingi sekitar 20 orang.

Suu Kyi baru-baru ini menguraikan sebuah rencana baru untuk mengakhiri konflik dan membangun lebih banyak di Rakhine.

Dia mengatakan hal ini akan dilakukan oleh pemerintah sipil, bekerja sama dengan kelompok bisnis lokal dan donor asing.

Namun, badan bantuan internasional masih belum diizinkan mengakses secara penuh ke daerah-daerah yang terkena kekerasan, kata wartawan BBC Jonathan Head.

Dan belum ada kesepakatan dengan pemerintah Bangladesh mengenai bagaimana cara memulangkan pengungsi Rohingya.

Dalam sebuah pidato pada bulan September, Suu Kyi mengutuk pelanggaran hak asasi - tapi tidak menyalahkan tentara atau mengutarakan tuduhan pembersihan etnis.

Rohingya, sebuah minoritas tanpa kewarganegaraan yang kebanyakan Muslim di Rakhine yang mayoritas beragama Hindu, telah lama mengalami persekusi di Myanmar, yang menyatakan bahwa mereka adalah imigran ilegal.

Pada bulan September, Bangladesh mengumumkan mereka akan membatasi pergerakan Rohingya, mengatakan bahwa mereka harus tinggal di tempat-tempat yang ditetapkan yang dialokasikan untuk mereka oleh pemerintah dan tidak bepergian ke tempat lain.

Bangladesh juga mengatakan bahwa tempat penampungan akn dibangun untuk menampung 400.000 orang di dekat kota Cox's Bazar.

Berita terkait