Daftar pangeran dan menteri Arab Saudi yang ditangkap terkait dugaan korupsi terungkap

Pangeran Alwaleed bin Talal Hak atas foto Reuters
Image caption Pangeran Alwaleed bin Talal tercatat sebagai salah seorang pengusaha paling kaya di dunia.

Berita penahanan 11 pangeran, empat menteri dan puluhan mantan menteri Arab Saudi tidak serta merta diikuti pengumuman tentang nama-nama mereka, tetapi nama-nama tersebut terungkap secara bertahap.

Penangkapan dilakukan Sabtu (04/11) hanya beberapa jam setelah pembentukan komisi antikorupsi yang dipimpin Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman.

Sejauh ini belum ada rincian dugaan kasus korupsi yang dituduhkan kepada para pangeran, pejabat dan mantan pejabat itu.

Hak atas foto FAYEZ NURELDINE/AFP
Image caption Pangeran Mohammed bin Salman populer di kalangan muda tetapi tidak disukai oleh generasi tua dan konservatif.

Berikut daftar sebagian pangeran, menteri dan mantan menteri yang ditahan:

  • Pangeran Alwaleed bin Talal

Barangkali ia adalah sosok yang paling menonjol yang masuk dalam daftar penangkapan. Pangeran Alwaleed tercatat sebagai pengusaha yang mempunyai saham di berbagai perusahaan raksasa seperti Twitter dan Apple. Ia adalah salah seorang pengusaha terkaya di dunia. Forbes menaksir kekayaan bersih Pangeran Alwaleed mencapai US$17 miliar atau sekitar Rp230 triliun.

Hak atas foto AMER HILABI/AFP
Image caption Pangeran Alwaleed bin Talal berbicara dalam jumpa pers di Jeddah, Mei 2017.
Hak atas foto Reuters
Image caption Berita penangkapan pangeran dan pejabat tinggi menjadi perhatian masyarakat di Arab Saudi.

Selain berinvestasi di Twitter dan Apple, ia juga mempunyai saham di bank Citygroup, jaringan hotel Four Seasons dan perusahaan media milik Rupert Murdoch, News Corporation. Di London, Pangeran Alwaleed adalah pemilik hotel mewah, Savoy.

  • Adel Fakieh, menteri ekonomi
  • Ibrahim al-Assaf, mantan menteri keuangan yang juga duduk sebagai anggota dewan perusahaan minyak, Saudi Aramco
  • Pangeran Turki bin Abdullah, mantan gubernur Riyadh
  • Khalid al-Tuwaijiri, mantan ketua pengadilan
  • Bakr bin Laden, bos perusahaan konstruksi Saudi Binladin, dan saudara laki-laki Osama bin Laden

Aset sebagai kekayaan negara

Kementerian Penerangan, Minggu (05/11), mengumumkan bahwa seluruh aset milik puluhan pangeran, menteri dan mantan menteri yang ditahan dalam kasus dugaan korupsi akan dibekukan dan akan dibuka kepada umum.

"Rekening dan saldo milik mereka yang ditahan akan diumumkan dan dibekukan. Semua aset atau properti yang ada hubungannya dengan kasus-kasus korupsi ini akan dimasukkan sebagai kekayaan negara," kata Kementerian Penerangan Arab Saudi.

Sebelum ayahnya menjadi raja pada tahun 2015, tak banyak orang, di luar Arab Saudi, mengetahui tentang sosok Pangeran Mohammed bin Salman. Namun sejak itu, pria berusia 32 tahun tersebut menjadi figur yang paling berpengaruh di negara pengekspor minyak terbesar di dunia itu.

Tahun lalu, sang pangeran mengumumkan serangkaian rencana perombakan sosial dan ekonomi.

Rencana paling baru yang dijanjikan Pangeran Mohammed adalah mengarahkan Arab Saudi kembali ke 'Islam moderat' sebagai kunci memodernisasi negara.

Wartawan BBC masalah keamanan, Frank Gardner, melaporkan putra mahkota itu sangat populer, khususnya di kalangan muda Arab Saudi. Namun banyak generasi tua dan konservatif menganggapnya bergerak terlalu jauh dan terlalu cepat.

Sementara itu, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi selama 20 tahun terakhir, menuturkan warga di sana merasa terkejut.

"Karena ini sejarah bahwa ada penangkapan kasus korupsi. Dari dulu tidak ada pejabat yang ditangkap dan diberitakan secara vulgar. Di media nasional diberitakan secara besar-besaran," jelasnya.

"Ternyata banyak warga yang menyambut positif, tetapi di sisi lain ada juga yangkhawatir. Takutnya setelah kejadian ini ada sesuatu, ada gejolak di dalam sini."

Para pengamat mengatakan pada tahap ini masih sulit untuk mengetahui apakah penangkapan para pangeran dan pejabat benar-benar berkaitan dengan upaya pemberantasan korupsi atau usaha konsolidasi kekuasaan yang dilakukan oleh putra mahkota.

Topik terkait

Berita terkait