Perbaiki piano antik di gereja, para suster di biara Spanyol malah didenda miliaran rupiah

Piano antik Hak atas foto ABC de Sevilla video
Image caption Organ antik di gereja itu sudah tidak digunakan selama 30 tahun.

Para suster di sebuah biara di Spanyol dikenai denda miliaran rupiah karena memperbaiki organ antik gereja tanpa seizin pemerintah setempat.

Para biarawati di biara Santa Ines di Seville, Spanyol selatan itu memutuskan untuk memperbaiki organ gereja, dan menerima tawaran dari badan amal setempat untuk memperbaikinya secara gratis.

"Organ ini sudah tidak digunakan selama 30 tahun, dan kami tidak mampu membayar biaya perbaikan senilai lebih dari 150.000 euro (Rp2,3 miliar)," kata Abbess Blanca Cervantes kepada surat kabar ABC de Sevilla.

"Pemasukan dari penjualan permen hanya bisa menutupi tagihan rutin dan asuransi kami.""

Namun pemerintah Andalusia berpendapat lain, dan menjatuhkan denda terhadap biara tersebut sebesar 170.000 euro atau sekitar Rp2,7 miliar atas perbaikan organ "tanpa izin".

Betapa pun mereka sepakat untuk membiarkan perbaikan organ itu terus dilakukan untuk perayaan Natal nanti.

Hak atas foto ABC de Sevilla video
Image caption Suster Blanca dari biara Santa Ines mengatakan mereka tidak melakukan "kesalahan."

Organ antik yang penuh hiasan itu dibuat oleh Perez Valladolid pada abad ke-17, dan pada tahun 1983 Kementerian Kebudayaan Andalusia memasukkannya sebagai salah satu beda warisan budaya. Piano ini diyakini sebagai inspirasi bagi karya Gustavo Adolfo Becquer yang perjudul 'Sang Pemain Organ.'

Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa pihaknya hanya menegakkan aturan, namun bersedia memberikan keringanan kepada para biarawati dengan memotong denda tersebut menjadi 102.000 euro atau sekitar Rp1,6 miliar jika mereka bersepakat atas penyelesaian di luar pengadilan.

Hak atas foto ABE de Sevilla video
Image caption Kementerian Kebudayaan Andalusia memasukkannya sebagai salah satu beda seni pada tahun 1983.

Namun badan amal Alqvimia Musicae Foundation yang mendanai perbaikan organ antik tersebut menegaskan, bahwa para suster tidak semestinya mengeluarkan uang sepeser pun.

Mereka merencanakan akan mengadakan acara pada tanggal 19 November mendatang untuk menggalang dana bagi para suster untuk membayar denda.

"Kami akan tetap tenang, karena kami yakin kami tidak melakukan kesalahan," tutut suster Blanca, salah seorang biarawati, kepada surat kabar ABC.

Topik terkait

Berita terkait