'Tutup mata' terhadap kekerasan pada Rohingya Muslim, penghargaan Dublin untuk Aung San Suu Kyi dicabut

Aung San Suu Kyi Hak atas foto EPA
Image caption Aung San Suu Kyi dihujani kecaman dari berbagai penjuru dunia karena dianggap tutup mata terhadap aksi militer terhadap suku Rohingya, yang menurut pejabat PBB 'menunjukan pola buku teks pembersihan etnis.'

Anggota Dewan Kota Dublin memutuskan untuk menarik lagi penghargaan Freedom of Dublin City yang dulu mereka anugerahkan kepada pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Sebelumnya, bulan lalu musisi pop Bob Geldof menyerahkan kembali penghargaan Freedom of Dublin yang pernah diterimanya. Hal itu dilakukannya sebagai protes terkait sesama penerima penghargaan itu, Aung San Suu Kyi ihwal kebijakannya terhadap suku Rohingya Muslim Myanmar.

Suu Kyi dituduh tutup mata atas penindasan terhadap Muslim Rohingya oleh militer. Sejauh ini sudah lebih dari setengah juta warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari gelombang kekerasan sejak Agustus lalu.

Menurut pemberitaan RTÉ, pemungutan suara di Dewan Kota Dublin terhadap usulan mencopot penghargaan pada Suu Kyi adalah 59 mendukung, dua menentang dan satu abstain.

Para anggota dewan kota Dublin juga setuju untuk menghapus nama Sir Bob Geldof dari daftar, setelah musikus itu mengembalikan hadiah kehormatan itu ke dewan kota bulan lalu.

Berita terkait