Trump tidak alami gangguan jiwa, kata dokter Gedung Putih

trump Hak atas foto EPA
Image caption Kondisi kejiwaan Donald Trump menjadi pergunjingan, khususnya setelah buku Fire and Fury: Inside the Trump White House dirilis.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak menunjukkan kejanggalan atau abnormal dalam tes kognitif, sebut dokter Gedung Putih.

"Saya tidak punya kekhawatiran mengenai kemampuan kognitif atau fungsi-fungsi syaraf," kata dokter Ronny Jackson.

Pemaparan Jackson, yang juga dokter bagi Barack Obama saat masih menjabat presiden, dikemukakan kepada para wartawan setelah Trump menjalani serangkaian uji kesehatan.

"Semua data mengindikasikan presiden sehat dan akan tetap begitu selama masa kepresidenannya," ujar Jackson.

"Dia terus menikmati manfaat kesehatan jantung dan kesehatan keseluruhan berkat pantangan tembakau dan alkohol seumur hidup," tambahnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ronny Jackson merupakan Dokter Kepresidenan berpangkat laksamana muda. Dia juga dokter bagi pendahulu Trump, Barack Obama.

Bagaimanapun, imbuh Jackson, akan lebih afdal jika Trump melakukan diet rendah lemah dan menambah porsi latihan fisik.

Pada Jumat (12/01), sejumlah dokter memeriksa kesehatan Trump di Pusat Kesehatan Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland. Saat itu, tes menunjukkan hasil yang "sangat baik".

Khusus untuk memeriksa potensi gangguan jiwa, para dokter menggunakan uji neuropsikologi yang disebut Montreal Cognitive Assessment (MoCA).

Dalam tes tersebut, para dokter memantau perhatian dan konsentrasi pasien, daya ingatnya, bahasa, pemikiran konsep, perhitungan, serta orientasi.

Hak atas foto MOCA

Hasil baik yang diperoleh Trump dalam pemeriksaan kesehatan ini mengemuka setelah kemunculan buku berjudul Fire and Fury: Inside the Trump White House karya jurnalis Michael Wolff.

Dalam bukunya, Wolff menulis kesaksiannya selama mendapat akses ke Gedung Putih. Saat itu, menurut Wolff, orang-orang di sekitar Trump mulai menyadari bahwa "kondisi kejiwaannya tergelincir".

Wolff juga mengatakan presiden berusia 71 tahun itu kerap mengulang-ulang kalimat. Trump juga diduga mengalami serangkaian gejala Penyimpangan Kepribadian Narsistis (NPD) hingga Alzheimer.

Trump menepis dugaan itu seraya mengatakan buku Wolff "penuh kebohongan".

Berita terkait