Gempa hari ini: 'Kepanikan' di Jakarta, peringatan tsunami di Alaska

Gempa di Alaska Hak atas foto Reuters
Image caption Gempa di Alaska berkekuatan 7,9 pada skala Richter dan memicu evakuasi warga.

Serangkaian gempa bumi dan letusan gunung berapi terjadi di kawasan yang biasa disebut ring of fire di Pasifik, hari Selasa (23/01).

Di Jepang seorang tentara tewas terkena longsoran salju yang diduperkirakan dipicu oleh letusan Gunung Kusatsu-Shirane. Setidaknya 13 orang lainnya luka-luka dalam insiden ini.

Di Filipina, Gunung Mayon masih mengeluarkan awan panas.

Di Jakarta, gempa memicu kepanikan ketika karyawan kantor beramai-ramai meninggalkan gedung.

Getaran terasa keras di Jakarta, termasuk di kantor BBC Indonesia di lantai 15 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Lantai bergoyang cukup keras, menimbulkan kepanikan. Seluruh wartawan dan karyawan segera dievakuasi melalui tangga darurat.

Pusat gempa ini terletak di Samudera Hindia, sekitar 61 km dari kota Lebak, Banten, dan 43 km dari Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Propinsi Banten, di kedalaman 61 km di bawah laut.

Lebih dari seratus bangunan di sekitar Lebak mengalami kerusakan ringan. Sejauh ini tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa.

Hak atas foto EPA
Image caption Gempa menyebabkan kerusakan fisik seperti yang terlihat di Bogor.

Sementara di Alaska, gempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter membuat otoritas setempat mengeluarkan peringatan tsunami dan menerapkan prosedur evakuasi, yang dicabut beberapa jam kemudian.

Meski peringatan tsunami sudah dicabut, warga tetap diminta untuk tidak kembali ke zona-zona yang 'dianggap berbahaya sampai ada keputusan dari para pejabat bahwa zona tersebut sudah aman'.

Sebelumnya warga diminta menyelamatkan diri ke kawasan yang lebih tinggi ketika sirene peringatan dibunyikan pada pukul 01.00 dini hari waktu setempat.

Pejabat di kota Kodiak, Mike Tvenge, mengatakan sangat menghargai dan berterima kasih kepada warga yang secara tertib melakukan evakuasi.

Topik terkait

Berita terkait