Kasus Larry Nassar: 156 perempuan yang menantang seorang predator

Kaylee Lorincz, nassar Hak atas foto Reuters
Image caption Korban, Kaylee Lorincz (tengah-kanan) dipeluk setelah bersaksi pada sidang Larry Nassar, pada tanggal 24 Januari.

Mantan dokter Olimpiade, Larry Nassar, dihukum penjara 175 tahun di Michigan, Amerika Serikat karena melecehkan atlit wanita yang seharusnya dirinya rawat.

Wartawan BBC, Rajini Vaidyanathan, yang berada di pengadilan dan Roland Hughes merinci kesaksian mencengangkan yang diberikan para korban yang selamat dari penyerangannya.

---

Seratus lima puluh enam wanita muda - bu, saudara perempuan, anak perempuan, dan atlit Olimpiade.

Mereka semua mengatakan telah dilecehkan satu orang pria: mantan dokter senam Tim Amerika Serikat, Larry Nassar.

Selama tujuh hari, mereka bersaksi satu persatu, melakukan apa yang hanya sedikit korban selamat dapat lakukan, yaitu secara langsung berhadapan dengan penyerang mereka.

Nassar sudah mengaku bersalah melakukan sepuluh pelecehan seksual, menyerang wanita muda dengan kedok perawatan kedokteran.

Para wanita yang mengajukan tuntutan hukum terhadap Nassar ini bersaksi pada sidang pembacaan vonis di Lansing. Hampir 150 wanita bersedia jati dirinya diungkapkan secara terbuka, meskipun mereka sebenarnya bisa saja memberikan kesaksian tertutup.

Hak atas foto KYLE STEPHENS
Image caption Foto Kyle Stephens ketika masih anak-anak diproyeksikan di pengadilan.

Kyle Stephens adalah yang pertama menyampaikan ceritanya.

Selama bertahun-tahun dia hanya dikenal sebagai Korban ZA, tetapi Selasa pagi lalu, dia berdiri di depan Hakim Rosemarie Aquilina dan dengan tenang mengungkapkan namanya.

Lewat tindakannya ini, dia mengesampingkan keanonimannya di depan umum, begitu dia akan menyampaikan kesaksian tentang akibat serangan pelecehnya.

"Saya siap bersaksi," kata Kyle lewat sebuah wawancara dengan BBC setelah bersaksi. "Saya pikir, sangatlah positif menampilkan diri dan menyampaikan cerita saya dari permulaan sampai akhir."

Selama puluhan tahun, Larry Nassar melecehkan wanita muda. Laporan Kyle ke polisi lewat telepon adalah yang pada akhirnya memicu penahanannya.

Berbeda dengan kebanyakan wanita yang berbagi pengalamannya terkait dengan kasus ini, Kyle bukanlah pesenam ataupun pasien Nassar. Orang tuanya berteman dengan keluarga Nassar.

Saat dia berdiri di ruang pengadilan, fotonya sedang tersenyum saat masih anak-anak diproyeksikan ke layar. Nassar pertama kali melecehkannya saat dirinya berumur enam tahun, "ketika belum semua gigi susu saya tanggal".

Pelecehan dimulai dengan Nassar mempertontonkan tubuhnya. Kemudian dia masturbasi di depannya. Lalu, dia melecehkan Kyle secara fisik -sementara anggota keluarga mereka ada di rumah yang sama.

Ketika Kyle berumur 12 tahun, dia memberitahu orang tuanya bahwa Nassar menggosok penisnya yang sudah ereksi ke kaki telanjang Kyle. Waktu itu, orangtuanya tidak mempercayai Kyle dan memaksanya untuk meminta maaf.

"Dia memaksa saya menjadi lebih cepat dewasa," kata Kyle kepada BBC setelah sidang. "Ini adalah suatu tindakan yang tidak berbahaya, baru setelah anda dewasa dan menyadari bahwa ini adalah tindakan yang keji."

Hak atas foto AFP/GETTY IMAGES
Image caption Kyle Stephens berbicara di depan Nassar di pengadilan.

Setelah selama tujuh menit bersaksi pada hari Selasa, yang disampaikan di samping ibunya, Kyle menengok ke Hakim Rosemarie Aquilina dan dengan sopan bertanya apakah dirinya dapat berbicara secara langsung ke Nassar.

"Larry, saya ada disini," katanya di pengadilan. "Bukan hanya berbicara ke satu orang, tetapi memberi tahu semua orang.

"Mungkin sekarang kamu sudah menyadari, bahwa anak perempuan tidak selamanya tetap menjadi anak kecil. Mereka tumbuh menjadi perempuan kuat yang kembali untuk menghancurkan dunia anda."

Saat umur belasan tahun, Kyle diminta menjaga dua anak perempuan Nassar. Hal ini membantunya melindungi mereka, katanya di depan pengadilan, dan memungkinkannya untuk menabung untuk membiayai konseling.

Setelah mencapai titik dimana dia mulai mempertanyakan apakah pelecehan benar-benar terjadi, Kyle berusaha lagi untuk menjelaskan kepada orang tuanya tentang peristiwa yang terjadi sebelumnya.

Kali ini, mereka mempercayainya.

---

Hak atas foto Reuters
Image caption Nassar mengaku bersalah telah melecehkan perempuan di rumahnya, di klub olah raga dan di kantornya di Michigan State University.

Nassar, 54 tahun, lulus dari University of Michigan pada tahun 1985 dan bergabung dalam staf kesehatan tim senam nasional AS yang bermarkas di Indianapolis setahun kemudian.

Di tahun 1997, sambil bekerja dengan tim senam nasional, dia mulai menjadi dokter tim Michigan State University (MSU). Nassar mulai melecehkan Kyle Stephens setahun kemudian.

Dia bekerja untuk tim senam AS pada empat Olimpiade dan secara rutin segera membantu pesenam yang kemungkinan akan terjatuh.

Carrie Hogan, mantan pemain softball di MSU, mengatakan di pengadilan adalah suatu "kehormatan" jika dirawat Nassar. Keberhasilan perawatan akan menentukan nasib bintang yang sedang meniti karir olah raganya.

"Saya sangat menyadari adanya foto-foto yang ditandatangani pesenam Olimpiade yang telah dirawatnya," katanya. "Dia adalah yang terbaik dari yang terbaik." Orang lain melihatnya sebagai seorang "Tuhan" dunia senam.

Dalam sebuah podcast senam yang disiarkan pada bulan Desember 2013, Nassar berbicara tentang arti penting merawat atlit muda.

"Bukan hanya secara fisik tetapi juga mental, Anda harus melindungi atlit Anda," katanya dengan perlahan kepada GymCastic. "Anda harus memberi tahu mereka bahwa mereka akan dirawat dengan baik."

Dia juga memperingatkan bahaya cedera mental di antara para atlit, dengan mengatakan "mereka hampir selalu dapat pulih dari cedera fisik. Cedera mental meninggalkan luka yang terus muncul dan kemudian menghantui mereka."

Kebanyakan perempuan yang bersaksi di pengadilan mengatakan setelah dilecehkan, mereka merasa terancam karena Nassar sangat berkuasa.

Melaporkan pelecehan - jika mereka memang memahami bahwa dirinya menjadi korban penyerangan - dirasa nyaris tidak mungkin.

---

Hak atas foto IOP/AFP/GETTY IMAGES
Image caption Banyak korban Nassar mengutip kejadian ketika dia membantu pesenam Kerri Strug yang cedera pada Olimpiade 1996, peristiwa tersebut semakin membuatnya dipandang sebagai dokter yang penuh perhatian dan dihormati.

Nassar melakukan pola yang hampir sama saat melecehkan wanita muda, sebagian besar dari mereka adalah pesenam.

Mereka mendatanginya seringkali dalam keadaan kesakitan, mengharapkan bantuan.

Pada saat mereka sangat peka, dia berusaha meyakinkan mereka bahwa yang dilakukannya adalah normal - saat itu dia bahkan membicarakan kehidupan sehari-hari dan berlelucon sambil menyentuh mereka.

Dengan menciptakan suasana normal dari seseorang yang berkuasa, Nassar membuat korbannya merasa merekalah yang salah karena memandang tindakannya sebagai pelecehan, dan mereka akan disalahkan jika mereka menolaknnya.

"Saya ingat saat dihadapkan pilihan untuk tetap mengenakan spandex ku, saya kemudian sangat bersyukur," kata Jennifer Rood Bedford, pemain bola voli MSU tahun 2000 dan 2003.

"Dia membuat saya tengkurup di meja perawatan. Saat dia memulai perawatan, saya ingat dia mengatakan perawatan bertumpu pada pemijatan di daerah sekitar selangkangan dan ini adalah suatu hal yang normal.

"Jadi ketika dia menyentuh daerah tersebut, saya mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa ini adalah normal, bahwa dia mengetahui apa yang dirinya lakukan dan janganlah seperti bayi.

"Saya ingat berbaring disitu dan berpikir 'Apakah ini tidak apa-apa? Ini sepertinya tidak patut."

Rachael Denhollander, mantan pesenam dari Michigan, adalah korban pertama yang berbicara secara terbuka di tahun 2016.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa Nassar menyerangnya setiap dia mengunjungi kliniknya selama lebih setahun, tidak lama setelah dia berumur 15 tahun.

Nassar menempatkan ibunya di ujung meja sehingga dia tidak bisa melihat apa yang dirinya lakukan.

Satu tangannya melakukan pijat olah raga. Sementara jari tangan yang lainnya masuk ke vagina atau anus Rachel. Pada salah satu sesi perawatan terakhirnya, dia membuka kaitan BH dan meraba payudaranya - itulah satu-satunya saat dimana Rachel menyadari dirinya benar-benar diserang dan tidak dirawat.

Kebanyakan perempuan ini mengatakan kepercayaan mereka pada kerabat pria, rekan, dokter, orang asing, teman dan guru menjadi rusak karena tindakan Nassar.

"Reaksi pertama saya adalah mempertanyakan diri sendiri, menyalahkan diri sendiri," kata Jennifer Rood Bedford.

"Saya ingin mempercayai sisi terbaik orang, tetapi seperti apapun saya merasionalisasikan - dia seorang dokter, dia merawat saya, dia tidak berkeinginan hal itu terjadi - saya tidak bisa mengusir suara di pikiran bahwa ada sesuatu yang tidak beres."

---

Hak atas foto Reuters
Image caption Gwen Anderson dilecehkan Nassar saat mantan pesenam ini berumur 12 tahun.

Gwen Anderson, mantan pesenam yang bertanding untuk negara bagiannya Michigan, mulai mengalami pelecehan pada umur 12 tahun.

Sekarang, setelah menjadi guru untuk perempuan yang sama umurnya saat itu, dia mengatakan dirinya dapat lebih jelas melihat tindakan Nassar.

"Saya mengajar anak berumur 12, 13, 14 tahun setiap hari," katanya di pengadilan. "Dan setiap hari, ketika saya melihat mereka, saya menghadapi kenyataan tentang betapa muda dan lemahnya kami saat Anda melecehkan kami.

"Saya melihat mereka setiap hari dan saya berpikir 'Saya memberikan rasa aman. Saya pelindung mereka. Saya yang mendorong mereka. Saya yang memotivasi mereka. Saya tumpuan mereka'".

---

Hak atas foto Reuters
Image caption Keberanian Rachel Denhollander membantu perempuan-perempuan lain untuk bersaksi secara terbuka.

Masih belum jelas kapan dan bagaimana Nassar mulai melecehkan pasiennya, meskipun tuduhan pertama sudah muncul sejak tahun 1994.

Pada bulan Agustus 2016, Indianapolis Star menerbitkan sebuah tulisan yang merinci dugaan pelecehan seksual oleh para pelatih yang bekerja untuk USA Gymnastics. Badan olah raga disebutkan tidak melaporkan dugaan pelecehan kepada pihak berwenang.

Artikel permulaan tidak menyebut Nassar. Tetapi setelah diterbitkan, Rachael Denhollander menyadari sekarang saatnya bersuara.

Koran tersebut menerbitkan tuduhan terhadap Nassar dari dua mantan pesenam, termasuk Rachel, sebulan kemudian.

"Saya tahu inilah cara mengatasinya," katanya kepada BBC di luar pengadilan. "Saat terdapat predator yang dikelilingi dua lembaga sangat berkuasa, satu suara tanpa nama tidak akan pernah cukup.

"Saat Anda menghadapi seorang predator yang semanipulatif, seramah dan semenarik Larry, Anda harus siap menghadapinya saat dia merasa sangat tidak nyaman - di depan umum. Dan jangan sampai terpengaruh."

Keberanian Rachel membantu perempuan-perempuan lain untuk mengungkapkan diri. Pada koridor di luar tempat pembacaan vonis, banyak perempuan menyatakan tindakan Rachel memang mendorong mereka untuk berbicara.

Akibatnya, bukan hanya 90 korban berbagi cerita pelecehan selama empat hari - seperti yang diperkirakan pada pembukaan sidang - tetapi 156 perempuan dan anak perempuan akhirnya bersaksi selama tujuh hari.

Suasana yang timbul di ruang pengadilan selama sidang adalah penguatan dan solidaritas bersama yang terbentuk karena sama-sama mengalami kengerian.

Minggu lalu, juara Olimpiade Rio empat kali, Simone Biles, mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya juga dilecehkan Nassar. Peraih medali emas Olimpiade, Aly Raisman dan Jordyn Wieber mendatangi pengadilan untuk menyampaikan rincian apa yang dilakukan Nassar saat Olimpiade London 2012.

Nassar akhirnya ditangkap pada tanggal 21 November 2016.

Dia dipenjara 60 tahun setahun kemudian atas tiga dakwaan terkait dengan gambar pelecehan anak di komputernya.

Nassar kemudian mengaku bersalah telah melecehkan perempuan di rumahnya, di klub olah raga dan di kantornya di MSU. Hal ini yang mendorong 156 kesaksian sebelum vonis.

---

Hak atas foto Reuters
Image caption Hakim Rosemarie Aquilina berbicara kepada Larry Nassar di pengadilan Lansing, Michigan.

"Saya menyadari perasaan saya tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit, trauma dan gangguan emosional yang saya timbulkan," kata Nassar kepada para korban selamat saat sidang akan berakhir.

"Tidak terdapat kata-kata yang dapat menjelaskan kedalaman penyesalan saya atas apa yang telah terjadi.

"Saya akan mengingat kata-kata Anda terkait dengan diri saya di sisa-sisa hidup saya."

Pada pembukaan sidang, Nassar menundukkan kepala, melihat ke arah tangannya, menghindari tatapan orang-orang yang bersaksi.

Tetapi pada hari Rabu, mantan rekannya, pelatih senam Tom Brennan, berdiri disamping Gwen Anderson saat dia bersaksi. "Lihat dia," Brennan berteriak ke pria yang disebutnya sebagai mantan guru. Dia memerintahkan Nassar untuk memperhatikan para perempuan yang bersaksi.

Sejak saat itu, Nassar terlihat lebih banyak menatap dan mendengarkan para korban.

Pernyataan tentang seberapa besar penyesalannya masih belum terjawab pada akhir sidang. Tetapi Hakim Aquilina membacakan bagian dari surat yang dikirimkannya, yang mengatakan dia adalah dokter yang baik dan media membuat para perempuan muda yakin bahwa dia melakukan kesalahan.

Peran Hakim Aquilina dalam kasus ini sangatlah penting. Hampir semua kesaksian dimulai dengan pernyataan terima kasih para korban atas dukungannya.

Karena Nassar telah mengakui kesalahannya beberapa bulan sebelumnya, maka Hakim Aquilina tidak berkewajiban untuk tidak berpihak. Saat dia berperan sebagai dokter, pendorong dan teman para perempuan yang berdiri di depannya, dia mengutuk tindakan Nassar.

"Mahluk menakutkan yang mempergunakan Anda akan hancur, hampir seperti adegan 'Wizard of Oz' ketika air dituangkan ke tukang sihir dan tukang sihir hancur," katanya kepada salah satu perempuan setelah kesaksian.

Dia juga mendorong sejumlah korban selamat untuk tidak membunuh diri ketika mereka memikirkan itu - membunuh diri sendiri justru akan membuat Nassar menang, katanya.

"Saya tahu Anda agak gelisah, saat berbicara dengan saya, anggap saja berbicara dengan ibu Anda," katanya kepada perempuan lain yang sedang bersiap-siap bersaksi.

Sebagai penulis topik kejahatan di waktu luangnya, kata-kata Hakim Aquilina menjadi suatu kekuatan yang besar sepanjang persidangan. Dia menggambarkan para perempuan ini sebagai "saudara perempuan yang selamat" dan "pejuang" yang memperlihatkan "keteguhan perempuan super."

"Saya tidak ingin satupun korban kehilangan suara mereka," katanya di pengadilan, saat dia menjelaskan mengapa dirinya siap membiarkan sidang terus berlanjut agar semua korban selamat didengar kesaksiannya.

Para korban selamat kemudian bereaksi. Satu demi satu mengungkapkan jati diri dan menyadari ini saatnya mereka menentukan jalan cerita.

Tidak semua perempuan saling mengenal, tetapi kebanyakan mengakui adanya ikatan yang tidak terlihat, dan kekuatan yang mereka dapat dari yang lainnya yang bersaksi di pengadilan.

Mantan pemain softball MSU, Tiffany Thomas Lopez, mengatakan kepada Nassar dia adalah anggota "angkatan bersenjata yang Anda ciptakan saat Anda menyerang kami", dia kemudian mengatakan: "Tindakan Anda membuat saat tercekik selama bertahun-tahun. Saya siap lepas dari cengkeraman Anda."

---

Hak atas foto Reuters
Image caption Aly Raisman mempertanyakan mengapa Nassar tetap dibiarkan melecehkan perempuan muda meskipun keluhan sudah disampaikan.

Saat sidang melewati jadwal empat hari yang direncanakan sebelumnya, terjadi peningkatan kemarahan terhadap lembaga-lembaga dimana Nassar bekerja.

Aly Raisman, yang turut memenangkan medali emas tim senam Olimpiade 2012, menuntut penyelidikan terpisah terkait bagaimana Nassar tetap bisa melecehkan perempuan muda meskipun keluhan sudah disampaikan.

Dia menyerang USA Gymnastics - sebuah organisasi yang dikatakan "membusuk dari dalam" - dan US Olympic Committee karena kurang mendukung Nassar. Tiga anggota senior badan USA Gymnastics akhirnya mengundurkan diri.

Perhatian sekarang beralih kepada siapa yang sebenarnya telah mengetahui hal ini dan sejak kapan.

Surat kabar Lansing State Journal melaporkan tujuh perempuan atau anak perempuan telah menyampaikan keluhan terkait Nassar kepada para pelatih, polisi dan pejabat universitas dari tahun 1997 sampai 2015.

Pada tahun 2014, sebuah penyelidikan yang dilakukan MSU bahkan menyatakan Nassar terbukti tidak bersalah, karena seseorang yang baru saja lulus menuduhnya melakukan pelecehan. Dua tahun kemudian, dia ditangkap.

Universitas telah menyisihkan US$10 juta atau Rp132 miliar untuk membiayai biaya konseling mantan mahasiswa, tetapi mereka tetap dituntut oleh sekitar 140 perempuan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kyla Ross, McKayla Maroney, Aly Raisman, Jordyn Wieber dan Gabrielle Douglas, tim senam AS di Olimpiade 2012.

Pada hari Jumat, dewan penasehat MSU meminta kejaksaan Michigan untuk menugaskan pihak luar melakukan penyelidikan tentang cara penanganan tuduhan. Presiden MSU, Lou Anna Simon, juga semakin ditekan.

Sementara Nassar mulai menjalani hukuman penjara - karena pekerjaan yang dilakukan tim penyelidik, jaksa dan hakim wanita - perjuangan mencari jawaban dari pihak berwenang baru saja dimulai. Mengapa mereka tidak lebih cepat mendengarkan cerita para korban sebelumnya?

Rachael Denhollander, yang sekarang adalah ibu tiga anak dan seorang pengacara, adalah perempuan terakhir yang bersaksi pada hari Rabu. Hakim Aquilina menyatakannya sebagai seorang "jenderal bintang lima angkatan bersenjata korban selamat".

Bagi Rachel, hukuman Nassar adalah pemulihan nama baik atas keputusannya berbicara secara terbuka 16 bulan lalu.

"Saya sangat berterima kasih atas pencapaian kita," katanya kepada BBC. "Tetapi ini benar-benar membuat hati saya hancur.

"Mengetahui bahwa banyak anak perempuan seharusnya dapat diselamatkan dari kejadian yang mereka dialami, menghancurkan (hati saya).".

Berita terkait