Pidato kenegaraan Trump: Penjara Guantanamo di Kuba tetap dibuka

trump Hak atas foto Reuters
Image caption Presidne Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya di hadapan Kongres AS.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan penjara Guantanamo di Kuba tetap dibuka saat dia menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada Selasa (30/01) malam.

"Saya baru menandatangani surat perintah yang menginstruksikan Menteri (Pertahanan) (James) Mattis...untuk meninjau kembali kebijakan penahanan militer dan tetap membuka fasilitas penahanan di Teluk Guantanamo," cetus Trump.

Kebijakan ini kebalikan dengan keputusan Barack Obama saat pertama menjabat presiden.

Di hadapan para anggota Kongres yang didominasi Partai Republik, dia mengatakan: "Inilah waktu terbaik untuk mulai menjalani mimpi Amerika".

Trump juga menyatakan pemerintahannya sedang "membangun Amerika yang aman, kuat, dan bangga".

Dalam kaitannya dengan membangun, Trump meminta Partai Republik dan Partai Demokrat untuk bersatu demi menciptakan "infrastruktur yang aman, cepat, bisa diandalkan, dan modern yang diperlukan ekonomi".

Berkenaan dengan itu, dia menyeru kepada Kongres agar menciptakan undang-undang yang bisa mengucurkan dana infrastruktur sebesar US$1,5 triliun.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Trump meminta Partai Republik dan Partai Demokrat untuk bersatu demi menciptakan "infrastruktur yang aman, cepat, bisa diandalkan, dan modern yang diperlukan ekonomi".

Apa yang Trump katakan soal kebijakan luar negeri?

Trump mengecam Korea Utara yang "bejat".

Dia memperingatkan bahwa ambisi Pyongyang "membuat rudal nuklir yang sembrono dapat segera mengancam" Amerika Serikat.

"Kita menjalankan serangkaian tekanan maksimal untuk mencegah hal itu terjadi".

Trump juga menyanjung pembelot difabel asal Korut, Ji Seong-ho, yang kabur dari Korut. Sosok tersebut dihadirkan untuk mendengar pidato Trump di antara para hadirin.

Presiden AS itu lalu menyebut bahwa hampir semua kawasan di Suriah dan Irak yang semula dikuasai ISIS telah diambil alih.

"Kami akan meneruskan perlawanan kami sampai ISIS dikalahkan," cetusnya.

Apabila dua presiden AS sebelumnya menggunakan pidato kenegaraan untuk menjabarkan prediksi kemenangan pasukan AS di Afghanistan, Trump justru kurang membahas topik tersebut.

Dia mengatakan "militer tidak lagi diabaikan oleh lini masa rekaan".

Trump juga hanya menyebut Rusia satu kali sebagai rival.

Beragam klaim

Trump juga mengklaim sejumlah pencapaian selama setahun pemerintahannya.

"Sejak pemilihan umum, kami telah menciptakan 2,4 juta pekerjaan baru, termasuk 200.000 pekerjaan baru di sektor manufaktur saja," ujarnya.

Klaim itu didukung data Biro Statistik yang menyebut jumlah pekerjaan baru di AS sejak November 2016 (Trump menang pilpres 8 November dan dilantik pada 20 Januari 2017) mencapai 2,37 juta posisi.

Kemudian pada 2017, Biro Statistik Buruh mencatat pekerjaan baru di sektor manufaktur berjumlah 196.000 posisi.

Soal pajak, Trump mengklaim telah melakukan "pemangkasan pajak dan reformasi terbesar sepanjang sejarah Amerika".

Benarkah demikian?

Laman Politifact menyebut klaim itu tidak benar.

Mengutip statistik Departemen Keuangan, sedikitnya satu pemangkasan pajak pada 2013 saat Barack Obama menjabat presiden lebih besar dari segi nilai nominalnya.

Adapun dari segi Produk Domestik Bruto, enam pemangkasan pajak lainnya diprediksi punya dampak lebih besar.

Berita terkait