Perang Suriah: tujuh tentara Turki tewas dalam serangan di Afrin

Tentara Turki Hak atas foto Getty Images
Image caption Turki mengatakan telah mengirimkan pasukan ke Afrin mendesak militer Kurdi.

Tujuh tentara Turki tewas dalam pertempuran melawan milisi Kurdi di bagian utara Suriah. Lima tentara tewas ketika tank mereka di serang di wilayah Afrin.

Perdana Menteri Binali Yildirim bersumpah untuk membuat milisi "membayar dua kali lipat untuk peristiwa ini " dan kemudian tampak pesawat tempur Turki menyerang wilayah Kurdi di bagian timur laut kota Afrin.

Operasi serangan Turki yang disebut "cabang zaitun" diluncurkan pada 20 Januari lalu untuk mendesak milisi Kurdi YPG keluar dari Afrin.

Turki menganggap YPG (Unit Perlindungan Rakyat) sebagai kelompok teroris dan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang telah dilarang, dan telah memperjuangkan otonomi wilayah Kurdi di bagian tenggara Turki selama tiga dekade.

Dalam sebuah pernyataan militer mengatakan bahwa YPG yang didukung AS menyerang tank di Sheikh Haruz, bagian timur laut kota Afrin.

Militer mengatakan sebelum serangan tank, seorang tentara Turki tewas di Afrin dan satu orang lainnya dalam sebuah serangan di wilayah perbatasan Turki yang dituding dilakukan oleh YPG.

Sejauh ini, Turki telah kehilangan 14 orang tentaranya.

Hak atas foto AFP
Image caption Pemakaman pejuang Kurdi yang tewas dalam operasi Turki di Afrin.

Pada Sabtu (03/02), PM Yildirim mengulangi kembali pernyataan mengenai tujuan operasi "Cabang Zaitun" adalah untuk memberantas apa yang dia sebuh sebagai sebuah "sabuk teroris" di sepanjang perbatasan Turki.

Turki mengatakan telah menewaskan 900 penjuang Kurdi, tetapi klaim ini tak dapat diverifikasi secara independen.

Serangan yang dipimpin Turki menyebabkan ribuan orang mengungsi, termasuk 10.000 pemberontak Suriah. Sabtu lalu, pejabat kesehatan Kurdi Suriah mengatakan bahwa 150 warga sipil tewas dan 300 orang terluka sejak dimulainya operasi Turki, namun angka ini tak dapat diverifikasi secara independen.

"Serangan udara dan tembakan senjata Turki sebagian besar menargetkan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak," ungkap Angela Rasho pada TV Kurdish.

Dia juga mendesak adanya pemantau internasional untuk "datang ke sini dan melihat situasi secara langsung".

Negara-negara barat, termasuk AS dan Prancis mendesak agar pihak yang terlibat untuk menahan diri.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para pejuang dari Tentara Pembebasan Suriah kelompok pemnerontak yang berperang bersama pasukan Turki.

Topik terkait

Berita terkait