Korea Utara 'dapatkan suku cadang nuklir lewat Kedubes di Jerman'

A person walks past while watching photographs outside the compound of the North Korean embassy in Berlin, Germany, 1 December 2017. Hak atas foto Reuters
Image caption Sebuah media menyebut kedutaan Korea Utara di Berlin diduga melakukan kegiatan itu sejak 2016.

Korea Utara memperoleh suku cadang dan teknologi untuk program dan senjata nuklir melalui kedutaan mereka di Berlin, kata kepala intelijen Jerman Bundesamts für Verfassungsschutz (BfV).

dalam wawancara dengan saluran televisi Jerman, NDR, Kepala BfV Hans-Georg Maassen mengatakan bahwa banyak upaya Korut lewat Kedubes mereka itu yang bisa dihadang dan digagalkan, namun tidak semuanya terdeteksi.

Dia tidak mengatakan jenis teknologi apa yang didapat Korut itu, namun menegaskan semua itu dapat digunakan untuk tujuan sipil dan militer.

Korea Utara terus mengembangkan rudal dan senjata nuklir, kendati dikenakan berbagai sanksi internasional.

Sebuah laporan PBB mengatakan bahwa Korea Utara memperoleh hampir $200 juta (£ 141 juta) tahun lalu dengan mengekspor komoditas yang dilarang, dan melibatkan beberapa negara seperti Cina, Rusia dan Malaysia.

"Kami mengamati bahwa banyak kegiatan pengadaan barang dilakukan dari kedutaan," kata Hans-Georg Maassen, pimpinan BfV, dalam sebuah wawancara yang disiarkan Senin ini.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Bagaimana perang dengan Korea Utara kira-kira?

"Dari sudut pandang kami, semua itu untuk program rudal, dan sebagian untuk program nuklir," tambahnya.

"Ketika kami mengetahui terjadinya upaya-upaya itu, kami menghentikannya. Tapi kami tidak dapat menjamin bahwa kami berhasil memergoki setiap usaha mereka dan menggagalkannya."

Korea Utara belum menanggapi pernyataan Maassen.

Investigasi terpisah dari lembaga penyiaran umum Jerman ARD mengungkapkan bahwa badan intelijen Jerman pertama kali melihat tanda-tanda Korea Utara berusaha mendapatkan teknologi dan peralatan itu pada tahun 2016 dan 2017.

Sementara itu, panel ahli PBB telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa Korea Utara membantu Suriah untuk mengembangkan senjata kimia serta memberikan rudal balistik ke Myanmar.

Berita terkait