Pasukan Suriah membombardir kubu pemberontak, puluhan tewas

Keterangan video,

Puluhan anak dievakuasi bersama lainnya akibat serangan udara di Ghouta Selatan.

Pengeboman yang dilancarkan oleh pasukan pemerintah Suriah menewaskan puluhan warga sipil di daerah yang dikuasai pemberontak di Ghouta Timur di luar Damaskus, kata para aktivis.

Sedikitnya 77 warga sipil, termasuk 20 anak-anak, tewas dalam serangan udara dan roket pada hari Senin (27/2), kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Tentara Suriah diyakini bersiap untuk melakukan serangan darat.

Seorang pejabat PBB mengatakan bahwa situasi sudah tidak terkendali, dan mendesak dihentikannya pemboman tersebut.

Hampir 400.000 penduduk sipil masih tinggal di Ghouta Timur, wilayah yang dikuasai pemberontak, yang dikepung pemerintah sejak 2013.

Ini merupakan daerah kantong oposisi terakhir yang masih tersisa di dekat ibu kota Damaskus.

Pasukan Suriah meningkatkan upaya mereka untuk merebut kembali wilayah tersebut awal bulan ini, dilaporkan telah menewaskan ratusan orang dan melukai banyak lainnya.

Sebuah gencatan senjata yang langka sempat diberlakukan untuk memungkinkan penyaluran pasokan kebutuhan kemanusiaan kepada warga sipil yang tinggal di zona konflik itu.

Sementara itu, Turki memperingatkan pemerintah Suriah agar tidak membantu orang Kurdi yang bertempur melawan pasukan Turki di Suriah utara.

Pengeboman terburuk

Serangan di wilayah Ghouta Timur sejak hari Minggu bukan saja menyerang warga sipil tapi juga alat bertahan hidup mereka: toko roti, gudang dan fasilitas lain yang mungkin menyimpan persediaan makanan.

Ini merupakan pengeboman terburuk sejak bertahun-tahun. Orang-orang cemas bahwa situasinya akan seburuk seperti di Aleppo.

Pekerja bantuan mengatakan bahwa serangan tersebut menyasar jalan-jalan utama, yang akan menghambat operasi bantuan atau penyelamatan dan menghalangi pergerakan ambulans.

Jumlah korban tewas meningkat karena fasilitas medis juga terkena serangan. Empat rumah sakit sementara—termasuk fasilitas bersalin, terkena serangan hari Senin. Pemberontak membalas dengan serangan mortir ke Damaskus namun kekuatan militer pemerintah jauh lebih kuat.

Seberapa buruk situasi di Ghouta Timur?

Korban tewas hari Senin yang dilaporkan oleh Observatorium Suriah – sebuah jaringan oposisi yang berbasis di Inggris – belum diverifikasi secara independen.

Video dari Hamouria, sebuah kota di daerah itu, menunjukkan orang-orang meloloskan diri dari bangunan yang rusak berat yang penuh dengan debu dan puing-puing. Dalam serangan Senin di kota itu setidaknya 20 orang terbunuh,

Bulan Desember lalu, lembaga-lembaga bantuan internasional memperingatkan bahwa kondisi di daerah yang dikuasai pemberontak itu telah mencapai 'titik kritis' bagi warga sipil karena kelangkaan makanan, bahan bakar dan obat-obatan.

Koordinator kemanusiaan PBB di sana, Panos Moumtzis mengatakan bahwa 'sangat penting' bahwa 'penderitaan kemanusiaan yang tidak masuk akal' di Ghouta Timur itu diakhiri.

"Banyak warga yang tak punya pilihan lain, dan hanya bisa berlindung di ruang dan bunker bawah tanah bersama anak-anak mereka," katanya.

Namun Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berkilah bahwa keadaan di kantong pemberontak itu dibesar-besarkan oleh para 'aktor internasional.'

"Di PBB, sedang ada upaya aktif untuk mendorong topik masalah kemanusiaan di Ghouta Timur dan Idlib," katanya dikurip media Rusia.

Bulan depan perang saudara Suriah genap berusia tujuh tahun.

Ratusan ribu orang terbunuh dan sekitar lima juta orang telah mengungsi menyelamatkan diri dari perang yang begitu brutal tersebut.