Mantan mata-mata Rusia sakit parah setelah terpapar zat misterius di Inggris

Sergei Skripal Hak atas foto MOSCOW DISTRICT MILITARY COURT/TASS
Image caption Sergei Skripal didakwa 'mengkhianati negara dengan menjadi mata-mata' oleh pengadilan militer Moskow pada Agustus 2006.

Seorang laki-laki sakit parah setelah terpapar substansi tak dikenal di Wiltshire. Terungkap kemudian ia adalah warga negara Rusia yang pernah didakwa sebagai mata-mata untuk Inggris.

Sergei Skripal, 66 tahun, mendapat suaka di Inggris menyusul 'pertukaran mata-mata' antara AS dan Rusia pada 2010.

Ia dan seorang perempuan berusia 33 tahun ditemukan dalam keadaan tidak sadar di suatu pusat perbelanjaan di Salisbury pada hari Minggu (04/03).

Restoran Zizzi di Salisbury telah ditutup polisi "sebagai tindakan pencegahan".

Substansi tersebut belum teridentifikasi, namun lembaga pemerintah Public Health England menyatakan tidak ada ancaman risiko bagi masyarakat umum.

Kepolisian Wiltshire sedang menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam peristiwa ini. Mereka mengaku tidak menemukan luka-luka di tubuh kedua orang tersebut, namun mereka ditemukan dalam keadaan tidak sadar di pusat perbelanjaan Maltings.

Polisi menyatakan peristiwa ini sebagai "insiden besar", dan berbagai lembaga melakukan penyelidikan. Mereka belum menetapkan ini sebagai insiden kontra-terorisme, namun mengatakan tidak menutup kemungkinan itu.

Kolonel Skripal, yang merupakan mantan petugas intelijen militer Rusia, divonis penjara 13 tahun oleh pengadilan Rusia pada 2006 atas dakwaan menjadi mata-mata untuk Inggris.

Rusia mengatakan sejak 1990-an Kolonel Skripal membocorkan rahasia negara, dengan imbalan US$100.000 (Rp1,4 miliar).

Ia adalah satu dari empat narapidana yang dilepas Moskow dalam pertukaran dengan 10 mata-mata AS pada 2010. Kolonel Skripal kemudian diterbangkan ke Inggris.

Ia dan perempuan yang ditemukan bersamanya – menurut polisi mereka saling mengenal – sedang dalam perawatan intensif di RS Distrik Salisbury. Ia didakwa membagikan identitas agen intelijen Rusia yang bekerja dalam identitas samaran di Eropa kepada dinas intelijen rahasia, MI6.

Image caption Saksi mata Freya Church mengatakan sepertinya Skripal dan seorang perempuan telah terpapar "sesuatu yang cukup kuat".

Sejumlah lokasi di pusat kota ditutup dan tim berpakaian pelindung menggunakan selang untuk mendekontaminasi jalanan.

Para tetangga di rumah Sergei Skripal di Salisbury berkata polisi tiba sekitar pukul 17:00 GMT pada hari Minggu dan sampai sekarang masih berada di sana.

Mereka mengaku Skripal adalah pribadi yang ramah, dan telah ditinggal mati istrinya beberapa tahun belakangan.

Image caption Kepolisian Salisbury menetapkan peristiwa ini sebagai insiden besar, namun belum bisa memastikan apakah ada unsur pidana.

Saksi mata Freya Church mengatakan kepada BBC sepertinya Skripal dan seorang perempuan telah terpapar "zat yang cukup kuat".

"Di bangku taman ada dua orang, laki-laki tua dan satu perempuan yang lebih muda. Perempuan itu agak bersandar ke si laki-laki, ia tampak seperti sedang pingsan."

"Si laki-laki melakukan gerakan tangan yang aneh, ia menatap ke arah langit..."

"Mereka terlihat sangat tidak menyadari sekelilingnya, saya pikir jika saya turun tangan pun saya tidak yakin bagaimana saya bisa membantu."

Image caption Public Health England belum mengidentifikasi substansi tersebut.
Image caption Unit Gawat Darurat di RS tempat kedua orang dirawat ditutup pada hari Senin.

Kemungkinan keterlibatan substansi tak dikenal membuat kasus ini dibandingkan dengan peracunan pembangkang Rusia Alexander Litvinenko.

Litvinenko tewas di London pada 2006 setelah meminum teh yang dicampur dengan bahan radioaktif.

Penyelidikan publik menyimpulkan bahwa pembunuhannya mungkin dilakukan atas persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Juru bicara Kedutaan Besar Rusia di Inggris, ketika dimintai komentar tentang insiden ini, mengatakan, "Keluarga maupun kuasa hukum yang bersangkutan, maupun otorita Inggris, belum menghubungi Kedutaan terkait hal ini."

Mantan Menteri Luar Negeri Sir Malcolm Rifkind berkata cara polisi menangani insiden Salisbury mengindikasikan adanya "sesuatu yang amat jahat di balik ini".

Dalam wawancara dengan acara BBC Radio 4, The World Tonight, ia mengatakan, "Kemungkinannya FSB (badan intelijen Rusia) atau Kremlin bisa jadi berada di baliknya.

"Ini bisa jadi merupakan suatu bentuk aksi kriminal, atau semacam bentuk dendam pribadi dari seseorang terhadap dua orang ini atau salah satu di antara mereka.

"Pada tahap ini kita tidak tahu, dan tidak ada gunanya berspekulasi lebih jauh," ia menambahkan.

Topik terkait

Berita terkait