Trump: "Kesepakatan dengan Korea Utara tengah dibuat".

Donald Trump dan Kim Jong-un Hak atas foto AFP/GETTY IMAGES
Image caption Donald Trump dan Kim Jong-un sebelumnya saling menyampaikan pernyataan sengit.

Presiden Trump menulis cuitan bahwa sebuah "kesepakatan dengan Korea Utara tengah dibuat".

Sebelumnya Trump memuji langkah tersebut sebagai "perkembangan yang baik", namun dia mengatakan sanksi akan tetap berlaku sampai dicapai sebuah kesepakatan denuklirisasi.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan presiden akan meminta "langkah konkrit dan aksi konkrit" dari Korea Utara sebelum pertemuan dilakukan.

Dia tidak secara spesifik menyebutkan apa langkah-langkah tersebut, atau menegaskan kembali bahwa pertemuan akan dilakukan Mei mendatang.

Sejauh media milik pemerintah Korea Utara belum melaporkan perkembangan mengenai rencana pertemuan dengan Trump dalam pemberitaannya.

Namun, sejumlah kalangan mengkhawatirkan rezim Trump akan "jatuh ke dalam perangkap Korea Utara" untuk memberikan konsesi tanpa imbalan yang jelas.

Korea Utara telah menghentikan uji coba rudal dan nuklir selama melakukan pembicaraan sebelumnya, hanya dilakukan ketika kehilangan kesabaran atau merasa tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, jelas analis.

Sementara itu, Wakil Presiden AS Mike Pence menyebutkan keputusan Korea Utara untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump menunjukkan keberhasilan strategi isolasi AS terhadap Korea Utara.

Menurut Pence, AS telah membuat kebijakan "sama sekali tidak ada kelonggaran", dan akan terus melakukan tekanan sampai denuklirisasi tercapai.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menyaksikan peluncuran rudal Hwasong-12 pada Jumat (15/09).

Kesepakatan untuk menggelar pertemuan puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya, membuat para pengamat tertegun.

Namun, Gedung Putih kemudian mengatakan Korea Utara harus melakukan "langkah konkrit" sebelum pertemuan dilakukan. Baru sebulan yang lalu, Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saling melontarkan pernyataan yang saling menghina.

Namun, saat ini Trump telah sepakat untuk melakukan pertemuan setelah Korea Selatan menyampaikan undangan. Belum pernah ada presiden AS yang pernah bertemu dengan pemimpin Korea Utara.

Sementara itu di Swedia, sumber diplomat lokal menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-ho akan mengunjungi mitranya di Swedia dalam waktu dekat.

Kedutaan besar Swedia di Pyongyang mewakili kepentingan diplomatik AS, Kanada dan Australia.

Wartawan BBC di Seoul Laura Bicker menyebutkan pembicaraan ini merupakan perjudiaan yang besar karena langkah negara komunis yang tidak mudah ditebak dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengakui bahwa ada banyak rintangan untuk mencapai kesepakatan dengan Korea Utara. Namun jika Moon Jae-in dapat melakukannya dan mengurangi ancaman perang nulir, dia akan dapat memenangkan Nobel Perdamaian.

Berita terkait