Serangan militer di Ghouta Timur: Pasukan Suriah alami 'kemajuan berarti'

Eastern Ghouta Hak atas foto AFP
Image caption Pasukan Suriah berhasil melintasi kota terbesar di kawasan itu, Douma, dan mengisolasi wilayah lainnya, demikian lembaga pemantau hak asasi manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris.

Tentara Suriah mengalami kemajuan berarti dalam upayanya merebut wilayah Ghouta Timur yang dikuasai kelompok pemberontak, ungkap beberapa laporan.

Mereka berhasil melintasi kota terbesar di kawasan itu, Douma, dan mengisolasi wilayah lainnya, demikian lembaga pemantau hak asasi manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris.

Langkah efektif militer Suriah ini akan menyebabkan wilayah Ghouta Timur terbagi menjadi tiga bagian.

Pemerintah Suriah mulai menggelar serangan militer berskala besar sejak bulan lalu untuk merebut kembali Ghouta Timur, yang terletak di dekat ibu kota Damaskus.

Sejak saat itulah mereka dilaporkan berhasil menguasai setengah wilayah tersebut, dalam sebuah operasi militer yang mengakibatkan sekitar 1.000 orang warga sipil tewas dalam tiga pekan terakhir, menurut SOHR.

Hak atas foto AFP
Image caption Dua orang perempuan dewasa di Ghouta Timur dengan dua bocah yang terluka akibat serangan militer Suriah, 7 Maret 2018.

PBB menyebut serangan bom yang dilakukan rezim Assad itu "tidak dapat diterima", dengan mengatakan "hukuman kolektif atas warga sipil sama sekali tidak bisa diterima".

Tentara Suriah dituduh menargetkan penduduk sipil sebagai sasaran, tetapi mereka menegaskan pihaknya berusaha membebaskan wilayah Ghouta, salah-satu kantong pemberontak paling kuat, yang mereka klaim sebagai teroris.

Apa yang terjadi di lapangan?

Serangan militer Suriah di Ghouta Timur mengakibatkan wilayah itu terbagi-bagi dan terisolasi. Dengan demikian, upaya ini dapat memotong jaringan dukungan dan pasokan bantuan untuk kelompok pemberontak, kata wartawan BBC Arab, Sebastian Usher. Tampaknya, target pemerintah Suriah tercapai.

Hak atas foto AFP
Image caption Anak-anak, yang sebagian terluka, berada di lokasi persembunyian di Ghouta Timur, 7 Maret 2018.

Pemerintah Suriah juga dilaporkan telah menguasai pusat kota Misraba, dan terus bergerak menuju kawasan pertanian di sekitarnya.

Kota Misraba terletak di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Douma, di wilayah utara, dengan kota besar lainnya, yaitu Harasta, di wilayah barat.

Walaupun belum terkonfirmasi, kemajuan berarti militer Suriah ini akan mengakibatkan daerah kantong itu akan terbagi tiga - Douma dan kota-kota sekitarnya di wilayah utara, Harasta di wilayah barat, dan wilayah lainnya di selatan.

Televisi pemerintah Suriah juga mengatakan pasukannya telah menguasai Ghouta Timur, namun juru bicara salah satu kelompok pemberontak mengatakan kepada Kantor berita Reuters bahwa kota Harael dan Douma masih dikuasai kelompoknya.

Sementara itu situs resmi pihak oposisi mengumumkan bahwa pasukan bersenjata kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) telah tiba di provinsi Hama dari Ghouta Timur, sehari setelah kesepakatan evakuasi tercapai.

Pada Jumat sebuah konvoi PBB berhasil mengirimkan bantuan ke Ghouta Timur, setelah pengiriman sebelumnya terhenti akibat dihujani tembakan.

Sejauh ini sekitar 400.000 orang masih bertahan di wilayah Ghouta Timur, tujuh tahun semenjak pecah perang sipil di Suriah. Mereka dalam posisi terkepung pasukan pemerintah Suriah sejak 2013.

Berita terkait