Mantan pemimpin separatis Catalunya ditangkap, ribuan warga di Barcelona protes

Demonstran Hak atas foto Reuters
Image caption Demonstran di Catalunya menuntut pembebasan para pemimpin mereka.

Ribuan orang di wilayah otonom Catalunya, Spanyol, mengadakan demonstrasi di Barcelona, untuk menentang penangkapan mantan pemimpin prokemerdekaan Carles Puigdemont di Jerman.

Sebagian membawa spanduk dalam bahasa Jerman dan meminta pihak berwenang di negara itu untuk membebaskan presiden mereka.

Mereka meneriakkan yel-yel "Kebebasan bagi tahanan politik" dan "Eropa ini memalukan!" ketika mereka bergerak ke arah kanto Komisi Eropa.

Protes dalam skala kecil juga digelar di Girona, kota yang pernah diperintah oleh Puigdemont sebagai wali kota.

Hak atas foto JOSEP LAGO/AFP
Image caption Polisi berusaha menghadang para pemrotes yang hendak memasuki kompleks perkantoran pemerintah di Barcelona, Minggu (25/03).

Kepolisian Jerman mengatakan ia ditahan berdasarkan perintah penangkapan Eropa yang diterbitkan oleh hakim Spanyol.

Mantan presiden tersebut ditangkap di tempat istirahat di pinggir jalan bebas hambatan di Jerman setelah ia menyeberang dari Denmark dalam perjalanan kembali ke Belgia dari Finlandia.

Dalam kunjungan ke Finlandia, ia berhasil menghindari penangkapan setelah menyusup keluar dari Finlandia pada Jumat (23/03).

Upaya ekstradisi

Ia mengasingkan diri ke Belgia setelah parlemen Catalunya secara sepihak menyatakan wilayah tersebut merdeka dari Spanyol pada Oktober 2017.

Hak atas foto JOSEP LAGO/AFP
Image caption Sebagian pengunjuk rasa menyuarakan pembebasan bagi para tahanan politik Catalunya.

Seorang juru bicara bagi mantan Presiden Catalunya, Carles Puigdemont, mengatakan ia didampingi tim pengacara.

"Presiden menuju Belgia, sebagaimana biasanya, untuk menyerahkan diri ke sistem hukum di Belgia," kata Joan Maria Pique, juru bicara Puigdemont.

Di Jerman, Puigdemont dijadwalkan akan dihadirkan di pengadilan pada Senin ini (26/03).

Menurut para ahli hukum, mungkin diperlukan waktu setidaknya dua bulan untuk mengekstradisinya ke Spanyol untuk menghadapi dakwaan pemberontakan dan pengkhianatan terkait dengan upaya memisahkan wilayah otonom Catalunya dari Spanyol Oktober tahun lalu.

Hak atas foto EPA
Image caption Carles Puigdemont menghadapi dakwaan pengkhianatan dan pemberontakan di Spanyol.

Jika terbukti bersalah ia terancam hukuman penjara selama 30 tahun.

Pada Jumat malam (23/03), warga juga menggelar aksi setelah Mahkamah Agung Spanyol meningkatkan hukuman bagi para separatis. Mahkamah Agung memutuskan 25 pemimpin Catalunya harus diadili atas pemberontakan, penggelapan atau ketidakpatuhan terhadap negara.

Para pemrotes terlibat bentrok dengan polisi antihuru-hara. Lebih dari 20 orang terluka.

Krisis di wilayah otonom Spanyol itu dimulai ketika pemimpin Catalunya menggelar referendum untuk kemerdekaan, melanggar peraturan Makamah Konstitusi yang menyebutnya sebagai tindakan ilegal.

Topik terkait

Berita terkait