Maskapai Israel minta pembatasan penerbangan komersial melalui udara Saudi

Pesawat El Al Hak atas foto Getty Images
Image caption El Al ingin semua maskapai mendapat perlakukan yang sama ketika terbang dari dan ke Israel yang melewati wilayah udara Arab Saudi.

Maskapai penerbangan nasional Israel, El Al, mengajukan petisi ke Mahkamah Agung, Rabu (28/03), untuk meminta semua penerbangan ke Israel yang melalui wilayah udara Arab Saudi harus dibatasi.

El Al mengatakan pembatasan ini baru bisa dicabut jika mereka dibolehkan melintasi wilayah udara Saudi.

Petisi diajukan ke pengadilan setelah pekan lalu pihak berwenang di Saudi membolehkan pesawat Air India melewati wilayah udara Saudi dalam penerbangan dari New Delhi menuju Tel Aviv.

Ini untuk pertama kalinya Saudi membuka wilayah udara bagi penerbangan dengan tujuan Israel.

Penerbangan bersejarah Air India pada Kamis (22/03) sekaligus mengakhiri larangan terbang di atas Saudi bagi semua penerbangan komersial dari dan ke Israel, yang telah diterapkan Saudi dalam 70 tahun terakhir.

El Al menuduh pemerintah Israel 'sengaja' menerapkan pengaturan yang merugikan mereka.

Penerbangan El Al harus hindari wilayah Saudi

Israel tak memiliki hubungan diplomatik dengan Saudi yang menyebabkan pesawat-pesawat yang dioperasikan El Al mengambil jalur lain agar tak memasuki wilayah udara Saudi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Untuk pertama kali dalam 70 tahun terakhir, Saudi membolehkan penerbangan komersial menuju Israel melewati wilayah udaranya, yaitu untuk Air India yang terbang dari New Delhi menuju Tel Aviv.

Situasi ini menyebabkan penerbangan El Al memerlukan waktu dua jam lebih lama yang tentu saja menambah biaya operasional bagi El Al.

Dalam petisi yang diajukan ke pengadilan, El Al mencantumkan nama pemerintah Israel dan Air India, namun El Al mengatakan tak berharap penerbangan Air India dihentikan.

Yang diminta adalah penerbangan Air India ke Israel di masa depan seharusnya tak dibolehkan melewati wilayah udara Saudi.

"Kami ingin ekspansi lanjutan Air India dan semua maskapai penerbangan lain yang melewati wilayah udara Saudi harus dibatasi," kata Gonen Usishkin, direktur utama El Al kepada kantor berita Reuters.

Sebelumnya El Al meminta bantuan Asosiasi Transportasi Udara Internasional, IATA, agar dibolehkan menggunakan wilayah udara Saudi.

Usishkin mengatakan IATA setuju dengan pandangan bahwa kebijakan Saudi adalah 'pelanggaran' namun menyerahkan masalah ini kepada pemerintah Israel untuk mencari jalan keluar.

Berita terkait