Kekerasan di perbatasan Gaza, Israel memperingatkan serangan ke dalam Gaza

Gaza Hak atas foto SAID KHATIB/AFP/Getty Images
Image caption Bentrokan terjadi di perbatasan Gaza dengan Israel.

Militer Isreal telah memperingatkan akan melakukan aksi terhadap "sasaran teroris" di dalam jalur Gaza.

Brigjen Ronen Manelis mengatakan pada wartawan bahwa Hamas - militan grup yang menguasai Gaza - menggunakan protes warga Palestina untuk menutupi peluncuran serangan terhadap Israel.

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Israel memikul "bertangung jawab penuh" atas pertumpahan darah pada Jumat lalu.

Enam belas warga Palestina tewas oleh tentara Israel di perbatasan Gaza.

Peristiwa itu merupakan hari yang paling mematikan dalam konflik Israel - Palestina sejak perang Gaza pada 2014 lalu. Dewan Keamanan PBB mengecam kekerasan setelah pertemuan darurat.

Ribuan orang Palestina melakukan aksi jalan kaki ke perbatasan ketika dimulainya protes yang berlangsung selama enam pekan, yang disebut Barisan Besar untuk Kembali. Protes dilakukan menjelang peringatan 70 tahun pendirian negara Israel dan eksodus orang-orang Arab - yang oleh warga Palestina disebut sebagai "Nakba" (Bencana).

Pejabat Israel mengatakan para tentara menembakkan senjata setelah terjadi kerusuhan. PBB menyebutkan ratusan orang terluka.

Pada Sabtu lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji tentaranya karena "menjaga perbatasan negara, yang memungkinkan warga Israel untuk merayakan liburan ( Pesach) dalam damai".

Sementara, Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan agar dilakukan penyelidikan independen terhadap kekerasan Jumat lalu.

Wakil kepala hubungan politik PBB Taye-Brook Zerihoun mengatakan kepada dewan bahwa "Israel harus mempertanggungjawabkan dalam hukum HAM internasional dan kemanusiaan internasional".

Hak atas foto Reuters
Image caption Ribuan warga Palestina menghadiri pemakaman korban meninggal, termasuk Hamdan Abu Amsheh

Duta besar Isreal untuk PBB, Danny Danon, menyalahkan Hamas atas pertumpahan darah tersebut.

Kemudian, Jenderal Manelis mengatakan peristiwan Jumat "bukan merupakan demonstrasi protes" namun "aktivitas teroris yang diselenggarakan" oleh Hamas.

"Jika itu dilanjutkan, kami tidak memiliki pilihan melainkan merespon situasi di dalam Jalur Gaza terhadap sasaran teroris yang kami anggap berada di balik peristiwan tersebut," kata dia, seperti diberitakan kantor berita AFP.

Pada Sabtu lalu, warga Palestina memperingati hari berkabung nasional untuk para korban dan ribuan orang menghadiri pemakaman. Palestina juga menyerukan pemogokan massal.

Ratusan orang pemrotes kembali ke tenda yang dibangun di dekat perbatasan untuk persiapan demonstrasi lanjutan, seperti diberitakan AFP.

Setidaknya 15 orang terluka dalam bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza pada Sabtu (30/03), jelas pejabat kesehatan Gaza.

Hak atas foto MOHAMMED ABED/AFP/Getty Images
Image caption Seorang anak muda Palestina terluka dalam demonstrasi 30 Maret 2018 do perbatasan Jalur Gaza- Israel.

Siapa yang tewas dalam protes?

Korban tewas pertama adalah Omar Samour, 27 tahun - seorang petani Palestina yang tewas akibat peluru Israel ketika dia bekerja di lahannya di dekat Khan Younis pada Jumat pagi, sebelum protes dimulai.

Sebagian besar korabn tewas lainnya - dilaporkan merupakan pria yang berusia di bawah 40 tahun - tewas di tembak di daerah dekat pagar perbatasan sepanjang 65 km, dari Jabalia di bagian utara ke Rafah di selatan.

Hamas mengatakan lima orang dari mereka merupakan anggota sayap militer, Brigade Izzedine al-Qassam, seperti diberitakan media Israel.

Mengapa terjadi ketegangan di perbatasan?

Ribuan orang Palestina berbaris ke perbatasan untuk memulai protes selama enam pekan.

Tujuan protes ini adalah untuk menegaskan apa yang dianggap para demonstran sebagai hak mereka untuk kembali ke kota-kota dan desa-desa tempat keluarga mereka berasal sebelum melarikan diri, diusir pada masa pendirian negara Israel tahun 1948 lalu.

Hamas tidak mengakui Israel, namun pada tahun lalu menyatakan siap untuk menerima negara Palestina sementara yang terbatas di Gaza dan Tepi Barat.

Warga Palestina telah mendirikan lima kamp di dekat perbatasan untuk melakukan protes, dari Beit Hanoun di bagian utara menuju Rafah dekat dengan perbatasan Mesir.

Pasukan Pertahanan Israel IDF, yang memberlakukan zona larangan bepergian di sepanjang perbatasan Gaza, melipatgandakan jumlah tentaranya untuk menanganni protes tersebut.

Hak atas foto EPA
Image caption Bentrokan terjadi di dekat Ramallah

Apa yang dikatakan dua pihak mengenai insiden pada Jumat lalu?

IDF mengatakan sekitar 17.000 warga Palestina berada di lima lokasi di dekat pagar perbatasan. IDF juga mengatakan telah "menerapkan zona militer tertutup" di area sekitar Gaza.

Meski sebagian besar pemrotes bertahan di perkemahan, beberapa kelompok anak muda mengabaikan pesan penyelenggara untuk menjauh dari pagar dan berhadapan langsung dengan posisi Israel.

IDF mengatakan tentara "menembak ke arah para penghasut utama" untuk menghentikan kerusuhan, di mana terajdi pelemparan bom molotov dan batu.

Seorang juru bicara mengatakan bahwa mereka yang tewas berupaya untuk menerobos atau menghancurkan pagar perbatasan, seperti diberitakan Jerusalem Post.

Sementara Palestina menuduh Israel menggunakan kekuatan pasukan yang tidak proposional. Tank dan penembak jitu diterjunkan, dan saksi mata mengatakan sebuah drone digunakan untuk menjatuhkan gas air mata setidaknya di satu lokasi.

Utusan PBB untuk Palestina Riyad Mansour mengatakan kepada dewan bahwa lebih dari 1.400 warga sipil Palestina terluka.

Berita terkait