Sambaran petir puluhan ribu kali dalam 13 jam, sembilan orang meninggal

Pejalan kaki Hak atas foto Getty Images
Image caption Setidaknya 2.000 orang tewas dalam serangan petir di India setiap tahun sejak tahun 2005.

Sebanyak sembilan orang dilaporkan meninggal dunia di negara bagian Andhra Pradesh, India, akibat tingginya jumlah sambaran petir yang mencapai 36.749 kali dalam waktu 13 jam.

Serangan petir adalah hal yang biasa terjadi di India selama musim hujan, namun menurut badan penanggulangan bencana setempat, jumlah sambaran petir ini tidak biasa dan merupakan "pola cuaca ekstrem."

Sembilan orang, termasuk seorang gadis berusia sembilan tahun, meninggal dunia akibat sambaran petir yang terjadi sejak Selasa (24/04) di negara bagian tersebut.

Musim hujan ibiasanya dimulai pada bulan Juni dan berlangsung hingga September. Namun, kepala pusat mitigasi bencana, Kishan Sanku, mengatakan kepada BBC bahwa jumlah sambaran petir di negara bagian Andhra Pradesh meningkat tajam sebelum memasuki musim hujan.

Sambaran gledek yang terjadi pada hari Selasa dianggap sebagai sebuah anomali, karena data menunjukkan bahwa tahun lalu di wilayah yang sama, terjadi sekitar 30.000 kali sambaran petir, sepanjang bulan Mei. Sedangkan kali ini untuk periode kurang dari satu hari saja sudah melebih jumlah sambaran itu.

Beberapa ilmuwan yakin bahwa pemanasan global bisa meningkatkan frekuensi sambaran petir secara signifikan.

Mengapa begitu banyak sambaran petir?

Serangan petir sudah sering terjadi di sepanjang pantai utara Andhra Pradesh, kawasan yang sering dilanda hujan lebat.

Meskipun biasanya ada peningkatan aktivitas petir di wilayah tersebut sebelum musim hujan, tahun ini angin dingin dari lautan Arab berbenturan dengan angin yang lebih hangat dari India utara dan menghasilkan kondisi yang mengarah pada lebih banyak pembentukan awan, kata Sanku.

Kondisi seperti inilah yang kemungkinan membuat jumlah sambaran petir meningkat.

Yang membuat kondisi ini sangat unik, tambahnya, adalah bahwa awan tebal memanjang lebih dari 200 km.

"Biasanya memanjang sekitar 15-16km," katanya. "Berdasarkan pengalaman kami, kejadian ini sangat langka."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Serangan petir adalah hal yang biasa terjadi di India selama musim hujan.

Seberapa umum kematian akibat tersambar petir di India?

Setidaknya 2.000 orang tewas dalam serangan petir di India setiap tahun sejak tahun 2005, menurut catatan resmi.

Pada bulan Juni 2016, tercatat 93 orang tewas dan lebih dari 20 orang mengalami luka-luka akibat sambaran petir di negara bagian Bihar, Jharkhand, Uttar Pradesh, dan Madhya Pradesh.

Korban tewas di India akibat sambaran petir jauh lebih tinggi dibanding di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, di mana, rata-rata 27 orang meninggal akibat petir setiap tahun.

Faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian ini adalah minimnya sistem peringatan yang canggih.

Faktor lainnya adalah jumlah penduduk India yang bekerja di luar rumah lebih banyak dibanding penduduk di negara lainnya, yang membuat mereka rentan terkena sambaran petir.


Tips melindungi diri saat petir menyambar

  • Carilah tempat berlindung di dalam gedung yang luas atau di dalam mobil.
  • Hindari ruang-ruang serta puncak bukit terbuka.
  • Jika Anda tidak menemukan tempat untuk berlindung, lipatlah tubuh Anda sekecil mungkin dengan cara meringkuk: berjongkok merapatkan ke dua kaki dengan tumit yang bersentuhan.
  • Jangan berlindung di bawah pohon yang tinggi atau terpencil sendiri.
  • Jika Anda sedang berenang di laut, segera menepi ke pantai.

Sumber: Royal Society for the Prevention of Accidents

Berita terkait