Teka-teki hilangnya putri penguasa Dubai setelah berupaya kabur

Sheikha Latifa Hak atas foto Sheikha Latifa
Image caption Sheikha Latifa telah mengatakan kepada teman-temannya bahwa dia ingin kabur dari pengekangan yang diterapkan keluarganya.

Keberadaan anak perempuan penguasa Dubai masih menjadi tanda tanya setelah berupaya kabur namun gagal.

Sheikha Latifa, putri Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, diketahui mencoba melarikan diri dari rumahnya pada Maret lalu agar bisa hidup lebih bebas di luar negeri.

Dalam sebuah video yang dikirim ke temannya sebelum kabur, dia mengatakan, "Saya membuat video ini, karena mungkin ini adalah video terakhir yang saya buat...Jika Anda menonton video ini, saya mungkin meninggal atau dalam berada dalam kondisi yang sangat, sangat, sangat buruk".

Sejumlah saksi mata mengungkap bahwa Latifa menumpang sebuah kapal yacht mewah. Namun, dia dicegat pada 4 Maret lalu di perairan India dan dikembalikan ke Dubai. Sejak saat itu dia tidak pernah terlihat lagi.

Investigasi BBC Newsnight mengklaim bahwa ketika kabur Latifa menerima bantuan seorang mantan mata-mata Prancis dan instruktur bela diri asal Finlandia.

Aparat Dubai di Uni Emirat Arab mengatakan tidak bisa berkomentar atas alasan hukum.

Adapun soal pihak yang menyebut bahwa Latifa hilang, aparat Dubai mengatakan mereka punya catatan kriminal.

Pada Sabtu (05/05), lembaga Human Rights Watch mendesak aparat Dubai untuk "menyingkap" keberadaan Sheikha Latifa dan "mengklarifikasi status hukumnya".

"Kegagalan untuk mengungkap keberadaan dan status sang putri bisa dikategorikan sebagai penghilangan paksa," sebut HRW.

"Sheikha Latifa, yang telah mengatakan kepada teman-temannya bahwa dia ingin kabur dari pengekangan yang diterapkan keluarganya, tidak pernah terlihat atau terdengar selama dua bulan sehingga menimbulkan kerisauan atas keselamatan dan kondisinya," tambah HRW.

Selain menjadi penguasa Dubai, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum adalah Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab.

Berita terkait