Mahathir: Anwar Ibrahim 'akan diampuni' dan dana 1MBD akan diusahakan pemulihannya

File photo: Anwar Ibrahim (C) and his wife Wan Azizah in 2014 Hak atas foto AFP
Image caption Pengampunan akan membuat Anwar Ibrahim, yang tampak bersama isterinya Wan Azizah, bisa menjabat sebagai PM sesudah Mahathir.

Yang Dipertuan Agung, sultan yang berkuasa di Malaysia telah setuju untuk mengampuni Anwar Ibrahim, kata PM Malaysia yang baru, Mahathir Mohamad.

Kasus Anwar Ibrahim, yang pernah dianggap sebagai calon pemimpin masa depan, mencengkeram politik nasional Malaysia selama dua dekade. Ia dipenjara atas tuduhan korupsi dan sodomi setelah berselisih dengan pemerintah PM Najib Razak yang baru turun. Namun ia pertama kali dipentalkan dari politik nasional justru oleh Mahathir Mohamad.

Dulu Anwar Ibrahim adalah wakil perdana menteri semasa kekuasaan awal Mahathir sebagai perdana menteri, sebelum dipecat dan dipenjarakan untuk pertama kalinya.

Dalam pemilu, Rabu (09/05), Mahathir menang dengan salah satu janji kampanyenya adalah membebaskan Anwar. Mahathir mengindikasikan pula bahwa dalam beberapa tahun mendatang dia akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar.

Pada konferensi pers hari Jumat - sehari setelah kemenangannya yang bersejarah - Mahathir mengatakan bahwa Yang Dipertuan Agung "telah mengindikasikan dia bersedia mengampuni Datuk Seri Anwar segera," katanya.

"Ini akan menjadi pengampunan penuh yang tentu saja berarti bahwa dia tidak hanya diampuni, tetapi juga harus segera dibebaskan. Setelah itu dia akan bebas untuk kembali berpartisipasi penuh dalam politik."

Kemenangan Mahathir yang memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan, mengakhiri lebih dari enam dekade pemerintahan koalisi Barisan Nasional (BN) yang didominasi partai puak Melayu UMNO.

Sebelumnya, Mahathir dan Anwar berkuasa sebagai bagian dari BN: Mahathir sebagai perdana menteri dan Anwar sebagai wakil perdana menteri. Kisah hubungan mereka penuh dengan tikungan dan belokan yang luar biasa.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Apa kata warga Malaysia soal Pemilu 2018?

Pada tahun 1998 Anwar dipecat setelah berselisih dengan pimpinan BN dan kemudian memimpin protes besar terhadap pemerintah Mahathir. Dia dipenjara setahun kemudian karena penyalahgunaan kekuasaan.

Kemudian pada tahun 2000 dia dihukum karena sodomi, dan mendapat tambahan hukuman sembilan tahun.

Meskipun sodomi adalah ilegal di Malaysia, jarang ada orang yang dijatuhi hukuman untuk itu, jadi kasus ini dipandang merupakan upaya pemerintah untuk menumpas ancaman politik.

Pada tahun 2004, hukuman terhadap Anwar dibatalkan dan dia kembali memimpin oposisi untuk mendapatkan perolehan suara yang belum pernah terjadi sebelumnya di Pemilu 2008 dan 2013 - meskipun bukan kemenangan.

Tapi pembatalan itu sendiri dibatalkan lagi setahun kemudian - saat dia bersiap untuk bertarung dalam pemilihan umum yang sepertinya akan dimenangkannya - dan dia pun dikirim kembali ke penjara.

Dalam perubahan gelombang politik yang mengejutkan awal tahun ini, mantan musuh bebuyutannya, Mahathir Mohamad, mengumumkan bahwa dia akan mencalonkan diri lagi untuk jabatan puncak Malaysia.

Dia mengatakan muak dengan skandal korupsi yang diduga mendera PM Najib Razak, salah satu mantan sekutu Mahathir lainnya.

Hak atas foto Ulet Ifansasti/Getty Images
Image caption Mahathir Mohamad tampil bersama Wan Azizah, isteri Anwar Ibrahim, usai kemenangan mereka di Pemilu Malaysia 2018.

Anwar adalah sosok yang tetap populer di kalangan pendukung oposisi, dan syarat mereka untuk memberikan kepemimpinan koalisi oposisi kepada Mahathir adalah dia setuju untuk mengusahakan pengampunan terhadap Anwar.

Mahathir setuju, dan lebih lanjut mengatakan dia akan menyerahkan pos perdana menteri ke Anwar dalam dua tahun.

Masih belum jelas kapan pengampunan akan dikeluarkan, dan Mahathir memperingatkan para pendukung bahwa proses Anwar menjadi anggota parlemen lagi untuk nantinya mengambil alih kepemimpinan, "mungkin butuh waktu lama".

Memulihkan dana IMBD

Mahathir Mohamad, mengatakan dia yakin sebagian besar uang yang hilang dalam skandal korupsi raksasa itu bisa dikembalikan.

Kehebohan mengenai dana investasi negara 1Malaysian Berhad (1MDB) menyudutkan PM terdahulu, Najib Razak, dan berperan besar dalam kekalahannya yang mengejutkan.

"Kami percaya bahwa kita bisa mendapatkan kembali sebagian besar uang 1MDB," kata Dr Mahathir.

Hak atas foto Ulet Ifansasti/Getty Images
Image caption PM Najib Razak menyatakan menerima hasil pemilu yang memenangkan koalisi oposisi pimpinan Mahathir Mohamad.

Mantan orang kuat Malaysia ini kembali berkuasa pada usia 92 tahun setelah jeda 15 tahun.

Dia turun gunung dari masa pensiunnya untuk menantang Najib, mantan sekutu dan anak didiknya, karena skandal 1MDB yang heboh dua tahun lalu.

Najib dituduh mengantongi sekitar $700 juta (sekitar Rp1 triliun) dari dana lembaga yang didirikannya sendiri itu. Namun selama ini Najib dengan keras menyangkal segala tuduhan tersebut, dan aparat Malaysia pun menyatakannya ia tak terkait.

Namun kasus ini masih diselidiki oleh sejumlah negara. Bebarapa waktu lalu, sebuah kapal mewah disita di Bali, untuk kasus ini.

Topik terkait

Berita terkait