Apa yang perlu diketahui soal satgas pemburu 'Rp64 triliun yang hilang' dari 1MDB Malaysia

1MDB Hak atas foto Reuters
Image caption Dana senilai hampir Rp64 triliun diduga hilang dari lembaga investasi milik negara di Malaysia, 1MDB.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad pada Senin (21/05) mengumumkan pembentukan satuan tugas (satgas) yang menyelidiki dugaan korupsi hampir Rp64 triliun di lembaga investasi negara, 1MDB.

Lembaga 1MDB dibentuk oleh PM Najib Razak, yang mengalami kekalahan di pemilihan umum.

Satgas ini diberi kewenangan untuk bekerja sama dengan para aparat penegak hukum di sejumlah negara untuk menyita dan mendapatkan kembali uang negara yang hilang.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui soal satgas dan kasus 1MDB itu sendiri:

Mengapa baru sekarang dibentuk?

Pembentukan satgas ini tak lepas dari kemenangan oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu 9 Mei lalu.

Pemimpin oposisi yang juga mantan PM, Mahathir Mohamad, dalam kampanye berjanji akan membuka kasus dugaan penyalahgunaan dana ratusan juta dolar di 1MDB.

Satgas ini antara lain memiliki tugas menyita aset dan mengambil langkah-langkah hukum untuk meminta pertanggungjawaban orang-orang yang diduga menyalahgunakan dana negara di 1MDB.

Siapa saja yang masuk menjadi anggota satgas?

Beberapa pejabat senior dan mantan pejabat masuk menjadi anggota, di antaranya Abdul Gani Patail, mantan jaksa agung yang dipecat pada 2015 ketika memimpin penyelidikan atas skandal 1MDB.

Hak atas foto EPA
Image caption Mahathir Mohamad saat kampanye berjanji untuk membongkar skandal korupsi di 1MDB.

Beberapa pejabat lain yang dipecat karena menyelidiki kasus ini juga dimasukkan sebagai anggota.

"Pemerintah berharap satgas yang beranggotakan aparat dari berbagai lembaga ini akan memulihkan kembali citra dan martabat Malaysia yang tercoreng akibat skandal korupsi 1MDB," demikian pernyataan yang dikeluarkan kantor Mahathir.

Yang juga masuk dalam satgas adalah perwakilan dari badan-badan antikorupsi, polisi, dan kejaksaan agung.

Apa sebenarnya yang terjadi?

Lembaga 1MDB atau 1Malaysia Development Berhard, dibentuk oleh pemerintah pimpinan PM Najib Razak pada 2009 dengan tujuan utama mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Diduga Najib, keluarganya dan kroni-kroninya menyalahgunakan dana di badan ini.

Aparat penegak hukum di Amerika Serikat menduga dana senilai US$4,5 miliar, setara dengan Rp63,8 triliun dicuri dari 1MDB dan dikirim ke Amerika, antara lain untuk membiayai film Hollywood dan membeli karya-karya seni, termasuk lukisan Monet dan Van Gogh.

Diduga pula ada aliran dana sebesar US$681 juta, atau sekitar Rp9,6 triliun, ke rekening pribadi Najib Razak menjelang pemilihan umum tahun 2013 lalu.

Hak atas foto EPA
Image caption Eks PM Najib diduga menerima dana Rp9,6 triliun dari 1MDB yang masuk ke rekening pribadi pada 2013. Najib tegas membantah dugaan tersebut.

Kantor Mahathir mengatakan anggota satgas memiliki kewenangan untuk melacak 'transaksi-transaksi ilegal' 1MDB yang diduga sampai hingga ke sejumlah negara seperti Amerika, Swiss, Kanada, dan Singapura.

Apa komentar Najib soal skandal ini?

Najib dan pengelola 1MDB menegaskan tidak ada aturan hukum yang dilanggar.

Dalam pidato di depan ratusan pendukung pada akhir pekan, Najib menegaskan tidak ada uang negara yang ia curi dari 1MDB.

Pemerintah sudah melarang Najib meninggalkan Malaysia dan polisi melakukan penggeledahan di rumah milik Najib pekan lalu.

Dalam penggeledahan ini polisi membawa puluhan tas yang dimasukkan ke dalam sejumlah mobil.

Media di Malaysia memberitakan tas-tas tersebut berisi uang kontan dan perhiasan.

Topik terkait

Berita terkait