Heboh perburuan koin cendera mata, gara-gara KTT Trump-Kim dibatalkan

Trump-Kim coin Hak atas foto AFP/Getty

Pertemuan puncak Trump-Kim tidak terjadi -namun hal ini malah justru melambungkan daya tarik koin yang khusus dibuat sebagai cendera mata peristiwa tersebut.

Cukup membingungkan, bahwa ada dua koin yang dibuat sebagai penanda peristiwa ini.

Namun sorotan utama tertuju kepada koin yang dibuat lembaga komunikasi Gedung Putih, White House Communications Agency (WHCA) - yang menyambut meriah rencanapertemuan puncak antara Presiden Trump dan 'Pemimpin Tertinggi' (Korea Utara) Kim Jong-un. Koin semacam itu sering diberikan kepada para tamu asing dan diplomat.

Ada lagi koin yang merupakan cendera mata yang tersedia di laman situs toko cendera mata Gedung Putih. Koin ini menampilkan siluet dari Trump, Kim dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in

Popularitas koin ini semakin melonjak dan permintaan terus berdatangan ke laman situs itu.

Kamis (24/5) sore kemarin, koin itu ditawarkan dengan harga diskon $19.95 (RpRp270.000) turun dari harga sebelumnya yaitu $24.95 (Rp350.000) pada Kamis pagi, dan toko cendera mata itu juga menawarkan pengembalian uang apabila KTT tidak terjadi.

Namun disebutkan bahwa, "kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka tetap menginginkan cendera mata pertemuan politik bersejarah ini, terlepas dari apa pun hasilnya nanti."

Tampaknya memang demikian adanya.

Koresponden BBC Anthony Zurcher mengatakan koin WHCA dapat menjadi 'keping dolar tahun 1084' di bidang numismatik - mengacu pada suatu seri koin yang dibuat untuk cendera mata diplomatik di tahun 1800-an yang sekarang harganya luar biasa tinggi.

Pembuatan koin WHCA bukan berdasarkan perintah Presiden Trump ataupun timnya - namun tetap membuka jalan bagi sebagian orang untuk mencercanya secara online.

Mungkinkah Presiden Trump telah mengirimkan setengah dari produksi koin tersebut kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebagai pernyataan cinta, seperti yang dikatakan mantan juru bicara Pentagon Adam Blickstein?

Apakah koin tersebut sebenarnya membantu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menjadi pemenang dalam situasi ini?

Urusannya lebih heboh lagi ketika penulis Brian Krassenstein mengatakan Presiden Trump bisa memajang koin tersebut "di samping sampul palsu majalah Time" miliknya - mengacu pada laporan Washington Post yang mengungkapkan bahwa beberapa klub golf Trump memajang salinan sampul palsu majalah Time yang seakan menampilkan berita utama yang positif dengan gambar Trump sebagai sampulnya.

Salah satu pengguna media sosial mengatakan koin itu bisa menjadi cara lain lagi bagi Trump untuk mendongkrak kerajaan bisnisnya.

Apakah presiden akan menggunakan koin-koin itu untuk membayar orang, tanya Paul Ryckert yang memposting foto presiden dengan posisi menatap pemuda belia pengusaha pemangkas rumput Frank Giaccio.

Giaccio adalah anak berusia 11 tahun itu pernah menulis surat kepada presiden, memintanya untuk bisa memotong rumput di Gedung Putih.

Ataukah koin-koin itu akan menemukan jalan mereka sendiri menuju situs lelang global, eBay, seperti yang dikatakan mantan kepala strategi Presiden Obama, David Axelrod.

Namun, tidak semua orang menganggap koin itu lucu, apalagi menarik.

Pengamat Korea Utara, Robert Kelly sudah mengatakan sebelumnya bahwa koin itu melegitimasi 'pengkultusan pribadi' Kim Jong-un dan 'tidak Amerikawi.'

Menanggapi berbagai kecaman dan kritik itu Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka 'tidak memberikan masukan apapun terhadap desain' koin tersebut.

Berita terkait