Kebijakan pemisahan paksa anak dari orang tua migran, Donald Trump berbalik arah

Trump Hak atas foto Getty Images
Image caption Presiden Donald Trump didampingi wapres Mike Pence dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen, saat penandatanganan perintah itu.

Presiden AS Donald Trump akhirnya tunduk pada tekanan publik dan mengoreksi kebijakan dengan menandatangani perintah eksekutif untuk "menjaga keluarga agar tetap bersama" di tahanan-tahanan para migran.

Trump mengubah kebijakannya sendiri menyusul maraknya kemarahan internasional atas kebijakannya yang memisahkan orang tua dan anak-anak yang tidak memiliki dokumen kependudukan.

Dia mengatakan dirinya tersentuh oleh gambar anak-anak yang dipisahkan dari orang tua mereka yang ditahan dan dituntut karena dituduh masuk Amerika secara secara ilegal.

Tetapi perintah eksekutif terbaru ini tidak menyinggung keluarga-keluarga yang sudah dipisahkan oleh kebijakan sebelumnya.

Para pejabat imigrasi AS mengungkapkan, antara 5 Mei hingga 9 Juni, ada 2.342 anak yang dipisahkan dari 2.206 orang tua mereka.

"(Perintah eksekutif) ini untuk menjaga agar keluarga (tetap hidup) bersama," kata Trump saat penandatanganan perintah itu, Rabu (22/6).

"Saya tidak suka melihat keluarga terpisah," katanya, tetapi menyebut bahwa pemerintah akan melanjutkan "kebijakan toleransi nol" untuk menuntut secara pidana siapa pun yang melintasi perbatasan secara ilegal.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Anak-anak para migran yang ditahan di Texas.

Perintah eksekutif itu meliputi:

  • Keluarga para imigran akan ditahan bersama ketika kasus hukum mereka sedang diproses
  • Mempercepat kasus-kasus imigrasi yang melibatkan keluarga
  • Meminta modifikasi putusan pengadilan yang menentukan berapa lama anak imigran bisa ditahan

Presiden mengatakan bahwa istrinya, Melania, dan putrinya, Ivanka, yang dilaporkan telah menekannya untuk membatalkan kebijakan itu, merasa 'sangat prihatin dan terguncang' oleh terpisahnya keluarga migran.

"Saya pikir siapa saja yang memiliki nurani akan merasa sangat terguncang oleh hal itu," katanya. "Kami tidak suka melihat keluarga terpisah."

Wakil Presiden Mike Pence dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen, hadir dalam penandatanganan perintah itu.

Beberapa waktu sebelumnya, presiden mengatakan "Hal ini tidak dapat diatasi melalui perintah eksekutif." Menurutnya hanya Kongres yang dapat mengatasi kebijakan itu dengan merumuskan perundangan reformasi imigrasi. Namun akhirnya Trump berubah pikiran.

Pemimpin kongres dari partai Republik, Paul Ryan mengatakan DPR akan melakukan pemungutan suara hari Kamis (21/6) ini untuk mengesahkan undang-undang yang menjaga keluarga untuk bisa tetap bersama".

Dia tidak memberikan rincian RUU itu, dan hanya mengatakan bahwa RUU itu menyelesaikan 'dengan sangat elegan,' masalah tentang yang disebut Dreamers, yakni migran dewasa yang masuk AS tanpa dokumen semasa masih anak-anak.

Berita terkait