Perempuan di Arab Saudi resmi diperbolehkan mengemudikan kendaraan

A woman drives a car and gives a thumbs up in Al Khobar, Saudi Arabia Hak atas foto Reuters
Image caption Sejumlah perempuan Saudi merayakan pencabutan larangan mengemudi dengan menyetir kendaraan di Al Khobar, Arab Saudi.

Kaum perempuan pemegang surat izin mengemudi (SIM) di Arab Saudi kini diperbolehkan menyetir setelah kerajaan tersebut resmi mencabut larangan mengemudi.

"Ini merupakan momen bersejarah bagi setiap perempuan Saudi," kata pembaca acara televisi Saudi, Sabika al-Dosari, kepada kantor berita AFP.

Dia mengaku telah merasakan berkendara beberapa menit setelah larangan mengemudi dicabut pada Sabtu (23/6) tengah malam waktu setempat.

"Hari-hari ketika kami menunggu supir selama berjam-jam telah berakhir," kata mahasiswi jurusan farmasi, Hatoun bin Dakhil, 21 tahun.

"Kami tidak perlu lagi laki-laki," imbuhnya.

Pencabutan larangan mengemudi diterapkan setelah Arab Saudi untuk pertama kalinya merilis surat izin mengemudi untuk kaum hawa, pada 4 Juni lalu.

Walau pemerintah Arab Saudi telah merilis SIM, sebanyak delapan pegiat yang menyuarakan agar perempuan bisa mengemudi ternyata ditangkap.

Mereka ditahan bulan lalu dan dituduh sebagai "pengkhianat" lantaran bekerja dengan pihak asing.

Hak atas foto Reuters
Image caption Hannan Iskandar dicium kedua orang tuanya setelah menyetir kendaraan untuk pertama kali di Al Khobar, Arab Saudi.

Loujain al-Hathloul, seorang pegiat yang gencar menyuarakan agar perempuan diperbolehkan mengemudi, diyakini sebagai salah satu figur yang ditangkap.

Al-Hathloul sudah beberapa kali ditahan, termasuk pada 2014 ketika dia berupaya mengemudi melintasi perbatasan menuju Uni Emirat Arab. Saat itu dia ditahan selama 73 hari di pusat penahanan remaja.

Selain Al-Hathloul, sudah ada puluhan perempuan Saudi yang ditangkap gara-gara mengemudi di Riyadh pada 1990. Kemudian, beberapa perempuan Saudi merilis rekaman video saat mereka mengemudi pada 2008 dan antara 2011-2014.

Hak atas foto EVN
Image caption Sebanyak 10 perempuan Saudi dilaporkan menerima SIM keluaran kerajaan tersebut di berbagai kota, pada Senin (4/6).

'Kamu tidak akan menyetir'

Walau pihak kerajaan sudah secara resmi mencabut larangan mengemudi, beberapa pria Saudi telah mengutarakan penolakan perempuan mengemudi. Mereka menggunakan tanda pagar di media sosial, yang jika diterjemahkan berarti, 'Kamu tidak akan menyetir'.

Pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan merupakan bagian dari program Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman untuk memodernisasi beragam aspek dalam masyarakat Saudi.

Langkah lainnya dalam program itu, antara lain membuka bioskop dan mengizinkan perempuan menonton pertandingan sepak bola di dalam stadion.

Meski demikian, masih ada sejumlah hal-hal yang tidak boleh dilakukan perempuan Saudi, semisal membuka rekening bank sendiri.

Untuk membuka rekening bank atau bepergian, perempuan Saudi masih harus didampingi kerabat pria atau dibekali izin tertulis dari ayah atau suami.

Berita terkait