Anak dan remaja Thailand yang terperangkap mungkin harus di dalam gua selama beberapa bulan

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Tim sepak bola remaja yang hilang di Thailand, ditemukan selamat

Dua belas anak dan pelatihnya yang terperangkap di dalam gua di Thailand mungkin harus menunggu air surut selama berbulan-bulan atau belajar menyelam agar bisa keluar dari gua, menurut militer.

Mereka sempat hilang selama sembilan hari sebelum ditemukan dalam keadaan hidup, Senin (02/07), dengan menyelamatkan diri di gundukan kering di atas permukaan air di dalam gua.

Image caption Berita tentang terperangkapnya 12 remaja dan pelatihnya mendapat perhatian meluas di Thailand.

Tim penyelamat kini sedang berjuang mengatasi genangan air untuk membawa pasokan makanan kepada anak-anak dan pelatihnya itu.

Militer mengatakan kemungkinan harus menyalurkan pasokan pangan untuk sedikitnya selama empat bulan.

Bagaimana mereka bisa ditemukan?

Dua penyelam Inggris yang terbang ke Thailand pekan lalu untuk bergabung dengan tim penyelamat berhasil menemukan ke-13 orang itu pada Senin malam.

Videonya kemudian diterbitkan di Facebook oleh satuan khusus Angkatan Laut Thailand, Navy Seals, yang memperlihatkan percakapan singkat antara kedua penyelam dan kelompok yang terperangkap.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Upaya mengeringkan gua dengan menggunakan pompa air sejauh ini masih belum berhasil.

Dengan bantuan sinar dari senter, mereka terlihat duduk di atas gundukan di atas permukaan air dan menjawab pertanyaan kedua penyelam serta mengatakan amat lapar.

Penyelam mengatakan mereka masih harus menunggu namun orang-orang masih akan datang lagi dan salah seorang anak menjawab: 'Oh. Sampai jumpa besok'.

Upaya pencarian kelompok anak-anak ini mendapat perhatian meluas dari masyarakat Thailand karena kekhawatiran apakah mereka masih bisa ditemukan dalam keadaan selamat atau tidak, setelah tak ada kabar sama sekali selama sembilan hari.

Para keluarga amat gembira mendengar berita tentang penemuan mereka dalam keadaan hidup.

Bagaimana mereka bisa keluar?

Kompleks gua Tham Luang di Chiang Rai, Thailand utara, memang sering banjir sepanjang musim hujan yang baru akan berakhir hingga akhir September atau awal Oktober.

Jika anak-anak itu ingin dibawa keluar dari gua sebelum berakhirnya musim hujan, maka mereka harus belajar ketrampilan dasar menyelam.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Keluarga amat gembira mendengar berita tentang 13 orang yang ditemukan dalam keadaan hidup.

Namun para ahli memperingatkan bahwa membawa penyelam yang tidak berpengalaman melewati terowongan yang berbahaya karena berlumpur dan daya pandang yang nihil di dalam air, merupakan operasi yang berisiko tinggi.

Sementara upaya memompa air untuk mengeringkan terowongan sejauh ini masih belum berhasil sepenuhnya.

Jika menunggu hingga permukaan air surut dengan sendirinya, maka mereka mungkin harus berada di dalam gua selama beberapa bulan dan pasokan pangan disalurkan secara terus menerus.

Dokter juga harus dibawa ke dalam gua untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dalam beberapa hari mendatang demi memastikan kondisi mereka dan pengobatan luka yang mungkin diderita.

Siapakah anak dan remaja itu?

Para remaja berusia 11 hingga 16 tahun itu, beserta pelatih sepak bola mereka melakukan penjelajahan ke gua-gua di Tham Luang, Sabtu (30/06) pekan lalu.

Namun, penjelajahan berujung kabar yang menyita perhatian dunia, ketika hujan deras yang mengguyur, membanjiri gua yang dipenuhi berbagai terowongan sempit itu sehingga mereka terperangkap dan dinyatakan hilang.

Hak atas foto Facebook/ekatol
Image caption Para anak berusia 11 hingga 16 tahun ini adalah anggota klub bola Moo Pa atau Celeng Liar.

Dua belas anak yang terperangkap di gua itu adalah anggota klub bola Moo Pa atau Celeng Liar.

  • Asisten pelatih, Ekkapol Janthawong, yang berusia 25 tahun sesekali membawa mereka melakukan perjalanan, termasuk menjelajah gua seperti ini dua tahun lalu.
  • Anggota termuda adalah 'Titan' Wibrunrungrueang yang berusia 11 tahun dan sudah mulai main bola sejak berusia tujuh tahun.
  • Duangpet 'Dom' Promtep, 13 tahun, adalah kapten klub dan disebut sebagai motivator kelompok.
  • Pelatih kepala, Nopparat Kantawong, tidak bergabung dengan penjelajahan gua kali ini dan mengatakan anak-anak itu -yang bermimpi bisa menjadi pemain sepak bola profesional- akan tetap bersatu.
  • "Saya yakin mereka tidak akan mengabaikan satu sama lain," katanya kepada media. "Mereka akan saling memperhatikan."

Tinnakorn Boonpiem -ibu dari Mongkol, anak berusia 12 tahun yang ikut terperangkap- mengungkapkan kegembiraan kepada kantor berita AFP atas berita selamatnya ke-13 orang itu.

"Saya ingin dia bugar secara fisik dan mental."

Sementara seorang anggota keluarga kroban lainnya mengatakan kewpada para wartawan sambil berlinangan air mata, "Saya sangat gembira, tak bisa mengungkapkannbya dengan kata-kata."

Topik terkait

Berita terkait