Empat dakwaan terkait korupsi dilayangkan ke mantan PM Malaysia, Najib Razak

Najib Razak Hak atas foto AFP
Image caption Najib Razak merupakan perdana menteri Malaysia yang pertama duduk di depan meja hijau.

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, sudah didakwa terkait korupsi miliaran dolar, Rabu (04/07), tak sampai dua bulan setelah kalah dalam pemilihan umum.

Dia menjadi mantan perdana menteri Malaysia pertama yang duduk di depan meja hijau dengan dakwaan menerima suap senilai 42 juta ringgit atau sekitar Rp143 miliar dan tiga dakwaan lain melanggar kepercayaan.

Masing-masing dakwaan diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara jika terbukti.

Kehadirannya di ruang pengadilan hanya sehari setelah dia ditangkap di rumahnya oleh pihak penyidik kasus penggelapan miliaran dolar dari Badan Invevtasi Negara Malaysia, 1MDB.

Dugaan korupsi terkait 1MDB yang menimpa dirinya sudah lama beredar namun selalu dibantahnya dengan tegas.

Terpilihnya kembali Mahathir Mohamad -yang sebelumnya menjadi perdana menteri sejak 1981 hingga 2003- membuat kasus itu dibuka kembali dan Najib dilarang bepergian ke luar negeri.

Hak atas foto AFP/ Getty Images
Image caption Pada masa pemerintahannya, penyelidikan atas dugaan penggelapan dana 1MDB tidak dilanjutkan.

Sidang atas Najib ini disambut baik oleh Tian Chua, Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat, partai penting dalam koalisi pemerintahan saat ini, Pakatan Harapan, pimpinan Mahathir, yang kembali menjadi PM pada usia 92 tahun.

"Ini menandai era baru ketika tidak satupun di kantor publik kebal dari tindakan hukum jika menyalahgunakan kekuasaan," tuturnya kepada kantor berita AFP.

Dalam pernyataan Selasa (03/07) malam, Najib mengatakan bahwa tuduhan dan penyelidikan atasnya 'bermotif politik dan merupakan balas dendam politik' di bawah pemerintah Mahathir.

Menurut pernyataan satuan tugas 1MDB yang dibentuk PM Mahathir Mohamad, Najib ditahan hari Selasa (03/07) pada pukul 14:35 waktu setempat (13:35 WIB) di kediamannya terkait dengan masalah SRC, cabang 1MDB.

Badan antikorupsi Malaysia melakukan penyitaan dalam beberapa minggu terakhir ini di sejumlah properti yang dikaitkan dengan Najib.

Para penyelidik telah menyita sejumlah barang mewah bernilai lebih dari Rp3,8 triliun di rumahnya. Termasuk di antaranya adalah lebih dari 12.000 perhiasan milik istrinya, Rosmah Mansor.

Lewat pesan Facebook dan Twitter, Najib menyatakan, "Keluarga Najib Razak tetap mempertahankan bahwa penyitaan oleh polisi adalah sebagian besar pemberian dari teman, tamu asing, termasuk tamu kerajaan kunjungan resmi serta juga acara keluarga seperti pesta ulang tahun, peringatan, pernikahan dan pertunangan."

Hak atas foto AFP
Image caption Polisi mengumumkan perhiasan dan permata serta barang mewah lain pada Rabu (27/06) yang disita dari kediaman Najib Razak.

Sebelumnya pada hari Selasa (03/07) penyelidik menanyai produser film Hollywood, Riza Aziz, anak laki-laki tiri Najib, yang membuat film Wolf of Wall Street yang sempat dicalonkan mendapatkan penghargaan Oscar.

Riza tiba di kantor MACC didampingi pengacaranya, K. Kumaraendran. Sejumlah laporan media menyebutkan perusahaan yang berkantor di Amerika Serikat, Red Granite, terkait dengan dana yang diselewengkan dari 1MDB.

Riza telah menyangkal tuduhan Kementerian Kehakiman AS terkait dengan penerimaan dana tersebut.

Istri Najib, Rosmah Mansor juga telah diperiksa komisi anti korupsi Malaysia.

Skandal korupsi

Najib sendiri berulang kali menyanggah turuhan korupsi dan dinyatakan bersih oleh pihak berwenang Malaysia saat ia masih berkuasa.

Hak atas foto Reuters
Image caption Mantan PM Najib Razak rencananya akan dikenai dakwaan Rabu (04/07).

Namun Najib juga tengah diperiksan oleh sejumlah negara. Ia dilarang meninggalkan Malaysia.

1MDB dibentuk Najib pada 2009 dan ditujukan untuk menjadikan Kuala Lumpur sebagai salah satu pusat finansial untuk meningkatkan investasi pemerintah.

Namun badan ini mulai menarik perhatian negatif pada awal 2015 setelah tak bisa membayar sekitar US$ miliar yang utang ke bank dan instansi lain.

Wall Street Journal kemudian melaporkan bahwa media itu melihat dokumen yang melacak aliran dana US$700 juta ke rekening pribadi Najib.

Najib tetap menyanggah menyalahgunakan dana 1MDB atau dana publik lainnya.

Penanganan kasus korupsi di 1MDB yang diduga melibatkan Najib makin intensif, sejak Mahathir Mohamad secara mengejutkan menang pemilu, menumbangkan pemerintahan pimpinan Najib Razak.

Topik terkait

Berita terkait