Tim penyelamat 'berpacu dengan hujan' untuk evakuasi anak-anak dari gua Thailand

Tim penyelamat Hak atas foto Getty Images

Tim penyelamat berlomba dengan cuaca untuk mengevakuasi rombongan anak dan remaja bersama pelatih sepak bola mereka yang terperangkap di dalam gua di Thailand.

Hujan lebat diperkirakan akan turun lagi dalam beberapa hari mendatang yang akan bisa menyebabkan permukaan air naik dan mengancam area tempat mereka menyelamatkan diri.

Kawasan gua Tham Luang di Chiang Rai memang tidak dilanda hujan dalam waktu beberapa hari belakangan namun cuaca mungkin akan berubah.

Beberapa bagian dari gua Tham Luang memiliki tinggi lebih dari 10 meter, sedang bagian lainnya memiliki ukuran yang amat sempit bagi ukuran seorang pria dewasa.

Dan fakta bahwa bagian dari gua tersebut terdampak banjir dengan ketinggian air bisa terus naik, akan membuat menjadi tambahan tugas yang semakin rumit.

Upaya penyelamatan mereka mungkin memerlukan waktu selama berbulan-bulan, karena harus lebih dulu diajarkan bagaimana caranya menyelam atau menunggu hingga air surut.

Berikut beberapa pilihan yang dipertimbangkan untuk bisa menyelamatkan ke-13 orang itu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dokter sudah dikerahkan untuk memeriksa kondisi kesehatan anak dan remaja serta pelatih sepak bola yang terperangkap.

Menyelam

Tim penyelam dengan alat khusus menemukan kelompok yang terjebak itu setelah melewati beberapa terrowongan yang dipenuhi air, jadi mereka juga mungkin harus melewati kondisi yang sama untuk bisa diselamatkan keluar dari gua.

Deputi Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwon, menyampaikan bahwa tim penyelamat sedang mengajarkan anak-anak bagaimana caranya berenang dan menyelam.

Direncanakan para korban yang masih anak-anak akan mendapat helm penutup dan memasang jalur penyelaman, juga tabung oksigen di sepanjang terowongan, mungkin dengan perlengkapan cahaya untuk menerangi jalannya.

Pilihan menyelam ini dianggap sebagai pilihan berbahaya oleh sebagian pihak, namun seorang ahli penyelam asal Inggris mengatakan prioritas utama adalah mengeluarkan anak-anak tersebut sebelum hujan turun, yang dapat mengakibatkan banjir lebih besar serta masuknya serpihan ke dalam gua.

Hak atas foto PA
Image caption Hujan diperkirakan akan turun lagi dalam beberapa hari mendatang di wilayah Chiang Rai, lokasi gua tempat para anak dan pelatih sepak bola mereka terjebak.

Martin Grass -ketua kelompok penyelam gua- berharap anak-anak tersebut diberi helm penuh penutup muka, pakaian selam ringan, dan juga diajarkan bagaimana caranya menggunakan sirip selam untuk berenang.

Dia menambahkan tim penyelamat seharusnya memberikan arahan supaya ke-13 orang itu tidak perlu menahan nafas karena menggunakan tabung oksigen sehingga bisa bernafas dengan tenang dan menggunakan sirip selam secara perlahan-lahan.

Grass menyarankan agar anak-anak itu didampingi petugas penyelamat, "Setiap anak sedikitnya didampingi satu atau dua penyelam yang memperhatikan mereka dan memastikan mereka tidak panik."

Sementara pompa terus digunakan untuk mengurangi banjir, Grass mengharapan agar penyelam Inggris yang membantu di tempat kejadian bisa mengevakuasi para anak dan remaja bersama pelatihnya itu sesegera mungkin.

"Dengan datangnya musim hujan, kita tidak dapat memperediksi seberapa tinggi air akan naik."

Hak atas foto AFP
Image caption Upaya memompa air untuk kawasan gua terus dilakukan.

Pengeboran

Operasi untuk mengeluarkan air dengan menggunakan pompa terus berlangsung dan menyedot bergalon-galon air dari gua namun air tetap saja masuk dari lubang-lubang di gua dan dari aliran air di perbukitan di atas gua.

Pihak berwenang sudah berupaya untuk mengebor lubang di dinding gua untuk membantu upaya pengeringan banjir walau batu yang tebal menghambat pengeboran.

Ada juga saran bahwa pengeboran bisa menjadi salah satu cara untuk menyelamatkan anak-anak itu dengan mengangkatnya ke luar gua.

Namun untuk melakukan pengeboran maka jalan baru harus dibangun di atas gua-gua itu untuk memungkinkan peralatan pengeboran bisa dibawa ke dekat lokasi guna menembus bebatuan keras.

Selain itu pengamat mengatakan bahwa pengeboran juga memerlukan survei atas gua itu untuk mengetahui gua dari bagian belakang hingga depan sebelum memulai pengeboran. Tanpa survei maka bisa jadi lubang yang dibor bukan ditempat ke-12 anak dan pelatihnya berada.

Oleh karena itu pengeboran tidak segampang yang dibayangkan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Keluarga menanti upaya penyelamatan ke-13 orang yang ditemukan dalam keadaan hidup, sembilan hari setelah terperangkap di dalam gua.

Menunggu air surut

Pilihan lainnya adalah menunggu hingga permukaan air surut, sementara pasokan pangang dan keperluan lainnya disalurkan secara teratur lewat para penyelam.

Setelah air surut maka ke-13 orang bisa keluar dengan berjalan kaki.

Namun para ahli memperkirakan diperlukan waktu berbulan-bulan karena musim hujan akan datang lagi dan ada kemungkinan gua tempat mereka saat ini berada bakal terendam air sepenuhnya.

Hak atas foto AFP
Image caption Upaya pencarian anak dan remaja yang terperangkap di dalam gua mendapat perhatian meluas di Thailand dan juga belahan dunia lain.

Risiko yang mereka hadapi?

Anak dan remaja yang berusia antara 11 hingga 16 tahun bersama pelatih mereka saling berdempetan di sebuah gundukan yang kering di atas permukan air.

Kondisinya lembab sehingga mereka harus tetap berada dalam keadaan hangat dan kering atau menghadapi risiko hypothermia.

Jatuhnya bebatuan merupakan ancaman namun kekhawatiran utama bagi tim penyelamat adalah meningkatnya permukaan air. Selain itu gelombang air juga bisa membuat jalurnya menjadi rumit dan mengancam pasokan ke dalam gua, yang bisa menghambat proses evakuasi.

Sementara mereka menunggu upaya penyelamatan keluar dari gua, para korban harus tetap tenang saat berlindung di gundukan karena mereka bisa membuat batu-batu berjatuhan atau bahkan terjatuh ke dalam genangan air.

Topik terkait

Berita terkait