Seorang penyelam tewas saat operasi SAR atas kelompok remaja Thailand di gua

Thailand Hak atas foto AFP
Image caption Sekitar 1.000 penyelam ikut membantu upaya penyelamatan 13 orang yang terjebak banjir di Gua Tham Luang.

Seorang mantan penyelam Angkatan Laut Thailand meninggal dalam upaya penyelamatan 12 remaja dan seorang pelatih sepakbola yang terjebak dalam gua, Jumat (06/07), dini hari.

Saman Gunan, yang berusia 38 tahun, hilang kesadaran lalu tenggelam saat hendak keluar dari Gua Tham Luang setelah mengirim pasokan perbekalan untuk kelompok remaja tersebut.

"Mantan anggota pasukan katak yang secara sukarela bergabung dengan tim penyelamat tewas sekitar pukul dua dini hari," ujar Wakil Gubernur Chiang Rai, Passakorn Boonyaluck.

Setelah sempat berdinas di Angkatan Laut dan mencapai pangkat sersan mayor, Gunan mengundurkan diri dari kemiliteran namun kembali bergabung dengan mantan rekan-rekannya untuk operasi SAR di Tham Luang.

Gunan diklaim sebagai pelari dan peseda aktif setelah mundur dari dinas militer.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Medan sulit dan banjir hambat upaya penyelamatan di gua Thailand

"Tugasnya adalah mengirim oksigen. Sayangnya dia tidak membawa cukup oksigen untuk dirinya sendiri saat ke luar gua," kata otoritas tim penyelamat.

Sekitar 1.000 terlibat dalam operasi penyelamatan 13 orang di dalam gua yang banjir tersebut, baik itu dari penyelam Angkatan Laut Thailand, tentara dari matra lainnya, serta sukarelawan yang berstatus warga sipil.

Hak atas foto AFP
Image caption Penyelam asal Inggris, Robert Charles Harper, berupaya untuk membuat jalan masuk ke dalam gua dari atas bukit.

Kematian Gunan memperkuat prediksi soal bahaya yang membayangi upaya penyelamatan itu. Namun Komandan Pasukan Katak Thailand, Apakom Yookongkaew, menyebut timnya tetap percaya diri dapat membawa seluruh korban keluar dari gua.

Ketika ditanya tentang peluang para korban yang tak memiliki kemampuan menyelam untuk keluar dari gua, Apakom menyatakan timnya akan bertindak sangat hati-hati.

Sebanyak 12 remaja yang hilang di Thuam Luang berusia antara 11 hingga 16 tahun. Adapun, pelatih yang turut hilang bersama mereka berumur 25 tahun.

Hak atas foto AFP
Image caption Anak laki-laki berumur 11 sampai 16 tahun dan pelatih mereka diharapkan tetap hidup di dalam gua Tham Luang Nang Non.

Bagaimanapun, saat ini otoritas lokal mengkhawatirkan kurangnya kadar oksigen di ceruk gua, tempat para korban terperangkap.

Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn, menyebut tingkat oksigen semakin menurun seiring semakin banyaknya penyelamat yang beraktivitas di dalam gua.

Tim SAR kini mengupayakan memasukkan kabel sepanjang lima kilometer ke dalam ceruk gua untuk memasok oksigen bagi para korban, yang berlindung di gundukan di atas permukaan air.

Sekelompok remaja dan pelatih sepak bola itu ditemukan dua penyelam Inggris Senin lalu atau sembilan hari sejak mereka pertama kali memasuki gua.

Mereka diduga terjebak di antara air yang meninggi akibat hujan lebat.

Hak atas foto EPA
Image caption Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan pakar dari berbagai negara.

Para korban dilaporkan berada dalam kondisi fisik yang prima dan secara rutin mendapat pasokan pangan maupun obat-obatan.

Tim penyelamat masih mencari jalan terbaik untuk mengeluarkan mereka dari gua yang kini terendam air sementara ada kekhawatiran hujan akan turun lagi.

Jika permukaan air meninggi, para anak dan remaja itu -yang berusia antara 11 tahun hingga 16 tahun- bersama pelatihnya harus belajar menggunakan peralatan selam.

Pilihan lain bagi mereka: menunggu air surut saat musim hujan berakhir namun tampaknya akan membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Topik terkait

Berita terkait