Para remaja Thailand yang terperangkap di gua berpesan ke orang tua ‘jangan khawatir’

thailand, remaja Hak atas foto Facebook/ekatol
Image caption Sebuah foto yang terpajang di Facebook memperlihatkan sebagian remaja yang terperangkap bersama pelatih mereka.

Para remaja Thailand yang terperangkap di dalam gua selama dua pekan mengirimkan pesan tertulis kepada orang tua mereka.

Isi pesan yang dibawa para penyelam dari tim SEAL Angkatan Laut Thailand cukup beragam. Salah satunya berbunyi, "jangan khawatir…kami semua kuat."

Ada pula tulisan berisi permintaan beberapa jenis makanan.

Bahkan, ada yang meminta "guru, jangan beri kami banyak pekerjaan rumah" jika mereka sudah berhasil keluar dan kembali bersekolah.

Dalam surat terpisah, pelatih sepak bola yang turut terperangkap bersama para remaja itu "memohon maaf" kepada para orang tua.

"Kepada para orang tua murid yang tercinta, mereka semua kini baik-baik saja. Tim penyelamat memperlakukan kami dengan baik.

"Saya berjanji merawat mereka sebaik mungkin dan terima kasih atas ucapan yang baik. Saya juga memohon maaf dengan tulus kepada para orang tua," tulis Ekkapol Chantawong, pelatih sepak bola berusia 25 tahun.

Dalam surat balasan kepada anak mereka, para orang tua menegaskan mereka tidak menyalahkan sang pelatih.

"Para ibu dan ayah tidak marah padamu. Terima kasih sudah membantu merawat anak-anak," sebut salah satu surat.

Surat lainnya menyatakan: "Bilang ke pelatih Ake: Jangan terlalu banyak berpikir. Kami tidak marah kepadanya."

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Masih terjebak dalam gua, tim sepak bola Thailand dalam kondisi sehat

Ke-12 remaja beserta pelatih mereka menjelajahi gua, namun terperangkap pada 23 Juni lalu.

Pesan tulisan yang dibawa para penyelam itu merupakan wujud komunikasi pertama antara para remaja dengan orang tua mereka setelah upaya membawa kabel telepon ke dalam gua menemui kegagalan.

Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn, mengatakan kesehatan para remaja telah membaikke taraf normal. Mereka disebut sudah cukup kuat untuk berjalan, tapi belum bisa berenang.

Kendati begitu, para penyelam terus mengajari mereka teknik menyelam dan pernapasan.

Bagaimana situasi di dalam gua?

Keberadaan para remaja itu ditemukan oleh sejumlah penyelam asal Inggris pada Senin (2/7), 10 hari setelah mereka menghilang.

Ternyata mereka berada di landasan batu yang tak terjangkau genangan air sejauh 4 kilometer dari mulut gua.

Hak atas foto EPA
Image caption Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan petugas dari berbagai negara.

Sejak mereka ditemukan, regu penyelamat Thailand dan dari berbagai negara memberi pasokan makanan, oksigen, dan pertolongan medis.

Namun, ada kekhawatiran taraf oksigen di dalam gua telah menurun, yang disebut para pejabat setempat mencapai 15%. Padahal biasanya taraf oksigen mencapai 21%.

Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah setempat telah membuat saluran udara ke dalam gua.

Kendala lainnya adalah genangan air. Di mulut gua, militer dan kalangan sipil berupaya menyedot air dari dalam gua. Namun, upaya itu terancam buntu karena hujan deras diperkirakan bakal mengguyur kawasan tersebut dan menimbulkan banjir.

Berpacu dengan waktu, para regu penyelamat mengebor lebih dari 100 lubang di luar gua guna mencapai tempat para remaja itu berada.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 lubang cukup menjanjikan. Yang terdalam mencapai 400 meter. Akan tetapi Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn, mengaku tidak yakin apakah lubang-lubang itu bisa mencapai lokasi para remaja yang diyakini berada 600 meter di bawah permukaan tanah.

Topik terkait

Berita terkait