Cuitan Elon Musk soal penyelam gua Thailand bisa berlanjut ke ranah hukum

Vern Unsworth, thailand
Image caption Vern Unsworth (kanan) membantu mendatangkan sejumlah pakar di bidang penyelamatan dalam gua, termasuk Rob Harper (kiri)

Seorang penyelam asal Inggris yang turut membantu upaya penyelamatan 12 remaja Thailand dan pelatih mereka di Gua Tham Luang mengaku sedang menimbang untuk menuntut pebisnis Elon Musk.

Perseteruan ini bermula ketika Musk menyebut "seorang ekspatriat Inggris yang tinggal di Thailand" sebagai "pria pedo"—julukan terhadap paedofil alias seseorang yang menyukai anak-anak dalam konteks seksual.

Cuitan Musk yang dapat dibaca 22 juta pengikutnya namun kini telah dihapus itu tidak menampilkan nama secara spesifik. Namun, pernyataan tersebut mengemuka guna menanggapi ulasan penyelam Inggris bernama Vern Unsworth.

Hak atas foto Twitter

Sebelumnya, Unsworth mengatakan bahwa kapal selam mini yang dibuat para anak buah Musk dan dikirimkan ke Thailand "sama sekali tidak ada peluang berfungsi".

Menanggapi cuitan Musk, Unsworth mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya tengah menimbang langkah hukum.

"Ini belum selesai,"ujarnya sebagaimana dikutip Channel 7 dari Australia.

Lebih jauh, kepada kantor berita AFP, Unsworth mengaku bakal membuat keputusan soal langkah hukum terhadap Musk setelah sampai di Inggris pekan ini.

"Dia hanya pedagang yang suka membuat aksi demi sorotan publik. Itulah dia," kata Unsworth.

Pengetahuan Unsworth mengenai jejaring Gua Tham Luang disebut-sebut punya peranan kunci dalam operasi penyelamatan 12 remaja dan pelatih mereka.

Dia masuk ke dalam jaringan gua itu pada hari-hari pertama pencarian dan membantu mendatangkan sejumlah pakar penyelamatan dalam gua.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kapal selam mini yang dibuat para anak buah Elon Musk di perusahaan SpaceX.

Ke-12 remaja dan pelatih sepak bola terperangkap di Gua Tham Luang pada 23 Juni dan pertama kali ditemukan regu penyelam pada 2 Juli.

Mereka berhasil keluar dari Gua Tham Luang berkat operasi penyelamatan yang melibatkan ratusan relawan.

Pekan lalu, selagi operasi penyelamatan berlangsung, Musk angkat bicara tatkala seorang pejabat Thailand yang bertanggung jawab atas pusat kendali operasi, Narongsak Osotthanakorn, menilai kapal selam mini buatan para anak buah Musk "tidak praktis dengan misi kami" walau "canggih secara teknologi".

Pria pendiri perusahaan itu kemudian mengatakan bahwa sebutan 'kepala operasi penyelamatan' tidak akurat bagi Osotthanakorn dan yang bersangkutan "bukan pakar di bidang tersebut".

Dia juga mencuitkan isi surat elektronik dari Richard Stanton—salah seorang dari dua pakar gua asal Inggris yang diminta terlibat dalam operasi penyelamatan—berisi desakan agar sang pebisnis membangun suatu alat secepat mungkin.

Topik terkait

Berita terkait